KHATAMAN, UPACARA

Upacara menyambut tamatnya seorang anak dalam mempelajari cara-cara membaca Al Qur'an dengan selamat. Dimaksudkan untuk menunjukkan rasa syukur ke hadirat illahi serta rasa bangga dan bahagia, karena anak-anak telah berhasil menyelesaikan pelajaran membaca kitab Juz Amma. Seperti halnya masyarakat Betawi di Kampung Bojong upacara ini diselenggarakan untuk menandai selesainya seorang anak belajar mengaji, sesuai dalam ajaran agama Islam berupa kebiasaan untuk melakukan upacara khusus bagi anak-anak ketika menjelang dewasa. Dalam upacara ini pesertanya terdiri dari anak-anak yang telah menyelesaikan kitab Juz 'aroma.

Upacara Khataman (Khatam Al Qur'an) berlangsung dengan dilengkapi serangkaian acara yang sifatnya tradisional. Dilakukan di dua tempat. Biasanya di tempat pengajian untuk upacara pelepasan dengan pembacaan Shalawat Dustur. Dan di rumah dengan upacara penyambutan, dibacakan l3 surah terakhir dari juz ke-30. Kemudian dilanjutkan dengan doa khatam Quran dan tahlilan/merowahan dengan pembacaan maulid Nabi Al-Barzanji lengkap. Orang tua si anak juga menyampaikan sambutan upacara tasyakur. Biasanya ada hiburan berupa kasidahan, orkes gambus, Shohibul Hikayat dan tari Zapin, tari Belenggo, atau Marawis.

Dalam penyelenggaraan Upacara Khatam Al Qur'an, tidak banyak pantangan-pantangan khusus, hanya saja dilarang memakan segala jenis makanan yang dilarang dan dihararnkan oleh agama Islam, seperti makan daging babi, dan jenis-jenis makanan yang diragukan haram tidaknya. Demikian pula halnya dengan perbuatan dan ucapan yang bertolak belakang dengan hukum Islam. Satu hal yang ditabukan selama upacara berlangsung, yaitu tabu mengucapkan kata-kata yang bisa menimbulkan salah pengertian di antara para peserta upacara. Dengan demikian diharapkan terlihat suasana khidmat dan penuh rasa keagamaan pada saat upacara berlangsung.