KETAPANG

Tanaman perdu bernama ilmiah Terminalia cattapa L. ini tingginya bisa mencapai 1-2 meter. Batangnya berkayu, bercabang, berwama hijau. Daun ketapang majemuk, menyirip genap, anak daunnya bulat telur, tepi rata dengan panjang 4-10 cm dan lebar 15-20 mm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga tanaman ketapang majemuk, bentuk tandan, mahkota bulat telm, terdiri atas 5 bagian, warna kuning. Buah polong, bertangkai, buah muda bagian tengahnya berwarna coklat, tepi hijau, setelah tua berwarna cokelat.

Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman ketapang adalah biji, kulit kayu dan daunnya. Biji ketapang bisa sebagai pencahar dan pelancar AS!. Kulit kayu ketapang bisa untuk ramuan obat disentri, mencret, radang selaput lendir usus, sariawan, sakit kuning dan tonik jantung. Daun ketapang bisa untuk obat disentri, lepra, obat cacing, pencahar, kudis (obat luar), dan rematik (nyeri sendi). Sedangkan akar tanaman ketapang bisa pula untuk obat disentri, perdarahan, dan radang selaput lendir usus. Di Jakarta, istilah ini dijadikan nama sebuah gang yang eukup terkenal pada masa kolonial.