KESEMEK

Kesemek dikenal pula dengan nama Diospyros kaki L.f. Tanamannya dapat berbentuk pohon, dapat pula berbentuk perdu yang tingginya antara 3 - 15 m. Daunnya bundar telur. Bunganya berwarna putih, kuning pucat atau kuning kehijau-hijauan. Buahnya bulat, berwarna kuning kehijau-hijauan, kuning, merah jingga atau merah. Daging buahnya tebal dan rasanya manis. Bijinya 2 sampai 8 buah. Kadang-kadang tidak menghasilkan biji.

Kesemek berasal dari Cina dan Jepang. Telah umum dijumpai di daerah-daerah subtropika dan dataran tinggi daerah tropika di seluruh dunia. Tanah yang kaya akan bahan organik dan kandungan air dalam tanah yang cukup merupakan daerah yang baik untuk tumbuhnya. Di daerah tropika umumnya dijumpai pada ketinggian 1000-1500 m dpl. Tempat yang paling cocok adalah pada punggung tanggul, tepi-tepi parit di sekitar sawah, telaga atau sungai seperti di Cina dan Jepang.

Buah yang telah tua di pohon tidak dapat segera dimakan. Biasanya direndam lebih dulu dalam air kapur selama kurang lebih 24jam, untuk menghilangkan rasa asam dan kelat. Setelah diperam buah kesemek baru dapat dimakan dalam keadaan segar atau disale. Buah yang dikeringkan enak rasanya. Dapat juga digunakan untuk abat. Kulit batangnya dipakai pula untuk obat. Buah yang belum masak digunakan sebagai zat pewarna. Kayunya merupakan bahan pembuat alat-alat rumah tangga. Kesemek diperbanyak dengan tempelan, sambungan dan cangkokan. Jenis yang baik akan berbuah setelah 3 - 4 tahun. Jenis yang tak berbiji warna buahnya kuning emas dan merah jingga. Di Jawa jenis yang tidak berbiji berwarna kuning emas, keras, berair dan rasanya manis; sedangkan yang berbiji berwarna gelap, lembek, berair dan rasanya kelat.