Kereta Pelangki

Disebut juga Kereta Palankijn. Kereta beroda empat, ditarik dua ekor kuda, berpenumpang dua orang saling berhadapan, ditutup dan berjendela. Nama pelangki berasal dari palankijn (tandu tertutup). Bentuk karoserinya persegi panjang. Pintunya dari bawah atap langsung ke lantai dan memakai daun pintu yang tingginya kurang lebih 60-70 cm. Jendelanya empat buah memiliki kisi-kisi kayu sehingga tidak bisa dipakai melihat keluar. Untuk bisa melihat keluar hanya lewat lubang pintu yang sebagian tertutup daun pintu. Kereta ini mengangkut enam orang. Tiga di bangku depan menghadap ke belakang dan tiga di bangku belakang yang menghadap ke depan. Pelek roda dilingkari ban besi, sehingga kalau melewati jalan yang tidak beraspal dan berbatu-batu akan menimbulkan bunyi berisik. Kereta jenis ini sekarang semua sudah tidak ada lagi.