KERETA API

Sarana perhubungan darat yang dibangun di Batavia, berkaitan dengan pembukaan pelabuhan baru Tanjung Priok. Jalur kereta api yang menghubungkan Kota Jakarta dengan Bogor dirnulai pemasangannya pada tanggal 10 April 1869 dan dapat diselesaikan pada tahun 1873. Pemasangannya dilaksanakan oleh Nederlandsch - Indie Spoorwegen Maatschappij (NISM) yang kemudian diambil alih oleh Staats-Spoorwegen (SS). Jalur-jalur (lijn) lain yang ada adalah jalur-jalur dengan jumsan Tanjung Priok-Jakarta Kota, Tanjung PriokGambir- Jatinegara, dan Jatinegara-Jakarta Kota.

Pada waktu peresmian kereta api listrik baru terdapat dua jalur yakni jalur untuk jurusan Tanjung Priok-Jatinegara sepanjang 15,6 km danjurusan Jatinegara Manggarai sepanjang 2,6 km. Kemudian dibuka jalur untuk jurusan Tanjung Priok Jakarta Kota sepanjang 8 km, Gambir Manggarai 4 km dan Kebayoran- Jakarta Kota 4,9 km.

Pada tahun 1871 Batavia membuat jalur kereta api pertamanya, pembukaan bagian Pabean (Klein Boom)-Batavia-Koningsplein dan jalan Kereta Api Bogor-Koningsplein dari Buitenzorgschen, sepanjang 9km dibangun oleh  Nederland Indische Spoorweg Maatschappiij (NIS). Pada tahun 1885 Staatsspoorwegen (55) mendapat hak untuk mengelola jalur kecil menuju pelabuhan Tanjung Priok, yang pada tahun 1887 melayani pengangkutan personel dan bahan bangunan ke pelabuhan yang sedang dikerjakan, mempakan pengembangan pelabuhan Batavia. Pelabuhan yang baru itu membuat kantor pabean (Kleine Boom) menjadi sibuk. Perusahaan baru api lainnya, de Bataviaszhe Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur kereta api pada tahun 1887 ke Bekasi, sepanjang sisi timur kota, melalui Kemayoran, Pasar Senen, dan Meester Cornelis (Jatinegara). Stasiun perhentian terakhir jalur itu terletak kurang lebih 200 meter selatan stasiun kecil NIS, di mana kini terletak Stasiun KOla
(BEOS). Jalur kereta api di Batavia pada tahun 1927 adalah:


1. Batavia-Tanjung Priok-Kota (Benedenstad)
2. Tanjung Priok-Weltervreden (Bovenstad)-Mester Comelis (Voorstad)
3. Antara Weltevreden dan Kota (Boven en benedenstad)
4. Suatu jalur lingkar (Ceintuurbaan), yang menghubungkan dengan Kota.

Perkembangan jaringan transportasi ke· reta api di Batavia sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 mengalami kemajuan pesat. Untuk itulah sejak tahun 1886 pemerintah mempunyai rencana untuk membangun stasiun umum (gemeen-schappelijk station) di wilayah Jakarta Kota untuk jalur ke Tanjung Priok, dengan pemakaian bersama, oleh BOS maupun NIS. Selanjutnya BOS dapat menempati stasiun yang didirikan sementara. Stasiun umum tidak pernah terwujud karena tidak tereapai kesepakatan mengenai pertanyaan siapa yang akan mengelola jalur Staatsspoorwegen (SS) ke Tanjung Priok.

Setahun sebelum penggantian abad, jalur di sisi barat kota menuju Tangerang dan Rangkasbitung, melalui stasiun kecil Tanah Abang di sebelah barat Batavia selesai dikerjakan, disebut juga Eksploitasi Barat. Merupakan daerah operasional kereta api di Jawa Barat. Jalur kereta api yang ada di Eksploitall Barat cukup banyak, maka jalumya akan dilihat dari batas jalur kereta apinya. Pucuk pimpinan di Eksploitasi Barat dinamakan Kepala Eksploitasi Barat (KEBT) dan berkedu·dukan di Stasiun Jakarta Kota (Beos-BenedenStall) di Jakarta. Jalur itu mempunyai titik awal di stasiun Batavia SS, sebelum stasiun BOS, dan di arah barat stasiun melintas dari jalan yang dahulunya bemama Pintu Besar (kini Asemka), selanjutnya melalui Kampung Cina, JI. Sirie (kini Jl. Petak Baru) dan membelok ke arah selatan ke halte Angke. Pada tahun 1923 keadaan itu bernbah, jalur tersebut berawal dari Batavia Utara (Batavia-Noord), sebelum NIS, ke arah timur setelah langsir di halte Kampung Bandang ke arah barat sepanjang sisi arah kota melalui yang dahulunya disebut Gerbang Amsterdam (Amsterdam sePoort) dan setelah itu berakhir di Angke.

Pada awal abad ke-20 muncul pemukim-pemukim baru, yakni Kemayoran di sebelah timur, Cideng di Barat. Kota Weltevreden berkembang bersama-sama. Ke arah selatan kota mekar, hingga ke kotapraja Meester Cornelis, dengan pembangunan daerah Gondangdia, Menteng dan Kramat. Melalui pemekaran kota itu dan kenaikan tajam lalu lintas terdapat suatu kebutuhan akan perbaikan dan perluasan kemampuan jaringan kereta api yang kemudian, setelah pengambil alihan BOS pada tahun 1897 dan jalur NIS ke Bogar pada tahun 1931, sepenuhnya berada di bawah pengawasan SS.

Kemudian terdapat rencana untuk membangun dua jalur kereta api, yang menghubungkan jalur-jalur sebelumnya yang telah ada, dan halte-halte baru. Pada masa pendudukan Jepang banyak rel kereta api yang dibongkar, seperti: bekas Nederlandsche-indie Spoorwegen (NIS) terdapat 7 lintas yang dibongkar; bekas Staats-Spoorwegen (SS) terdapat 3 lintas yang dibongkar; bekas Spoorwegen (SJS) hanya 1 lintas yang dibongkar.

Stasiun Kereta Api: Pada tahun 1918 hubungan antara stasiun barn Meester Comelis dan Stasiun Manggarai di jalur Bogor selesai pada tahun 1929, hingga mencapai stasiun Batavia Kota (Batavia Benedenstad). Namun rencana semula untuk mewujudkan jalur ini yang melintasi kota tidak berjalan meskipun berkali-kali dicoba, karena biayanya terlampau tinggi. Stasiun bam Tanjung Priok dan Pasar Senen dibuka pada tahun 1925, bersamaan dengan pembukaan pertama jalan kereta listrik, dari Meester Comelis ke Priok. Selanjutnya Stasiun Weltevreden dimodernisasikan pada tahun 1928 dan setahun kemudian stasiun pusat Batavia Kota itu dapat dibuka yang dimeriahkan dengan suatu perayaan. Stasiun-stasiun kecil yang saling berdekatan dan kurang diperhatikan yang dahulunya dari NIS dan BOS digabungkan ke dalamnya.

Beberapa stasiun kereta api yang ada di Batavia, antara lain Stasiun Batavia NIS, Stasiun Batavia Boston, Stasiun Weltevreden (Gambir), Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Meester Cornelis (Jatinegara), Stasiun Manggarai, dan Stasiun Batavia Kota (Jakarta Kota). Secara umum stasiun terbagi menjadi Stasiun Besar dan Stop Plaats. Stasiun Besar disebut juga Stad Station, mernpakan stasiun besar di Jakarta seperti Stasiun Jakarta Kota, Manggarai, Jatinegara, dsb. Adapun Stop Plaats mernpakan stasiun yang lebih kecil dari stasiun kecil (halte). Stop plaats biasanya terletak di pelosok yang berfungsi sebagai pemberhentian sementara apabila terjadi pertemuan antara dua kereta api.