Kemang

Mangifera caesia Jack ex Wall, adalah sebangsa mangga. Dikenal dengan nama kemang di Jawa Barat. Tanamannya berupa pohon yang batangnya tegak dengan tinggi antara 20-40 m. Kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah. Bunganya terdapat dalam malai yang menyerupai bunga mangga yang tumbuh di ujung ranting. Warnanya ungu tua dengan bagian tepi yang berwarna putih. Buahnya besar berbentuk seperti alpokat yang tidak simetris. Warnanya kuning kecoklat-coklatan dan baunya seperti bau terpentin. Daging buah berwarna kuning kotor, mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis.

Tanaman kemang diduga berasal dan India. Sekarang terdapat di Malaysia dan Indonesia bagian Barat terutama Sumatera dan Jawa Barat. Kemang tumbuh baik pada tanah yang subur dan mempunyai drainase yang baik, dari 30 - 300 m dpl.

Perbanyakan tanaman dilakukan dengan menanam bijinya. Perbanyakan dengan cara mencangkok masih jarang dilakukan. Kemang berbunga pada bulan Juni sampai Desember dan buah masak pada bulan September sampai Maret. Apabila kemang sedang berbunga mempunyai tajuk yang indah sekali. Mungkin dapat digunakan sebagai tanaman hias jalan. Buah yang masak dimakan dalam keadaan segar dengan dikupas lebih dahulu. Daging buah yang hampir masak banyak digunakan sebagai bahan pembuat rujak dan asinan. Pucuk daun yang masih muda digunakan untuk lalap. Kayunya digunakan untuk bahan papan.

Di Jakarta, menjadi nama toponim yang cukup terkenal di kawasan Jakarta Selatan. Pada mulanya merupakan kawasan komunitas Betawi yang sejuk dengan rerimbunan aneka pepohonan pada awal tahun 1970-an. Sejalan dengan perkembangan waktu, kawasan itu mulai ditempati ekspatriat yang bertugas di Jakarta. Sejak itu, berdiri berbagai prasarana kebutuhan mulai dari Toserba mini, money changer, resto, toko mebel antik dan modern, toko perlengkapan hewan hingga barang seni. Terdapat juga toko karpet, konsultan taman, biro perjalanan, dan aneka tempat usaha lain, serta pub dan bar.