Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih

Kelompok Sandiwara yang didirikan tahun 1928. Sejarah panjang Miss Tjitjih berawal dari kelompok sandiwara Opera Valencia yang bermain keliling dan kerap membawakan cerita kerajaan. Sampai kemudian Tjitjih-seorang primadona yang pandai menari, berakting, dan menyanyi-bergabung. Saking tenarnya, orang-orang Belanda saat itu memanggilnya Miss Tjitjih dan keluarga Sayyid Abubakar Bafagih, pemilik Opera Valencia, berani mengubah nama kelompoknya menjadi tonil Miss Tjitjih.

Pada 1971-1977, kelompok tersebut mempunyai panggung tetap di daerah Angke, tidak jauh dari Teluk Gong. Miss Tjitjih sempat bermarkas di Kramat Raya, Jembatan Lima, dan Cempaka Baru tempat mereka manggung tiap hari sampai kemudian gedung pertunjukan mereka terbakar tahun 1997. Mereka sempat terpaksa keluar masuk kampung lagi. Seorang pemilik bioskop berbaik hati menyediakan salah satu bioskopnya yang sudah tidak terpakai Bioskop Berdikari di Jl. Raya Teluk Gong, Jakarta Utara untuk digunakan tampil setiap malam Minggu. Di lokasi ini, mereka memiliki banyak penggemar dan kehilangan tempat pertunjukan tetap setelah terpaksa pindah dari Teluk Gong pada awal 2002.

Miss Tjitjih identik dengan drama horor seperti Si Manis Jembatan Ancol atau Beranak Dalam Kubur dan dalam pentasnya biasa tampil 2-3 jam. Beranggotakan sekitar 50 orang terbagi atas pemain panggung, pemain gamelan, serta kru tata panggung. Kebanyakan anggotanya turun-temurun dari orangtua mereka yang juga anggota Miss Tjitjih. Sebagian dari mereka bekerja pula sebagai sopir dan kondektur. Pada tahun 2004, ketua kelompok ini adalah Abas Suo diana dan sutradaranya Maman Sutarman, sedangkan Ketua Umum Yayasan Miss Tjitjih adalah Mayjen TNI Tubagus Rasanuddin, mantan Kepala Staf Garnizun Jakarta. Pemerintah Provinsi Jakarta sejak APBD 2001 menganggarkan dana untuk renovasi gedung tersebut dan pembangunan fisiknya selesai awal 2003. Sejak itu kelompok Sandiwara Miss Tjitjih kembali menempati gedung tersebut dan setiap tahunnya mendapat subsidi Rp. 300 juta dari pemerintah untuk biaya operasional dan perawatan.