Kelapa

Nama daerahnya beragam, sebab kelapa memang tanaman rakyat yang diusahakan secara luas, bernama ilmiah Cocos mucifera. Pohonnya tegak, kadang melengkung, berbatang bulat. Bertinggi antara 5-30 m, daunnya sirip genap dan bunganya berwarna kekuning-kuningan atau kehijau-hijauan yang tersusun dalam bentuk malai. Berbunga terus menerus sepanjang tahun. Di dalam tandan, bunga yang betina terletak di pangkal sedangkan yang jantan di ujung tandan. Buahnya bulat, berserabut, berbatok dan berdaging buah, dan ada pula yang berumur dalam. Selain umur, warna buah, kadar minyak, tinggi tanamannyapun beranekaragam. Kelapa banyak ditemukan tumbuh di daerah pantai, pada tanah yang mengandung garam. Tumbuh baik di bawah ketinggian 300 m di dpl dengan curah hujan rata-rata antara 1270-2550 mm/tahun. Di Indonesia banyak ditanam orang di pekarangan-pekarangan rumah, ataupun tegalan.

Perbanyakan tanaman dilakukan dengan bijinya. Biji disemai lebih dahulu dan sesudah setahun baru dipindahkan ke kebun. Jarak tanam 10 x 10 m. Kelapa genjah berbuah setelah 4 tahun, sedang yang berumur dalam berbuah setelah 8 tahun. Tanaman serbaguna yang digunakan orang Betawi untuk obat demam, mencret, dan penawar racun (airnya). Akar dan kuncupnya obat disentri. Akarnya obat penurun panas, peluruh air seni, penawar racun, dan mencegah kehamilan. Bunganya sebagai campuran obat kencing nanah. Dagingnya obat luka dan pencahar. Kulitnya untuk menghentikan pendarahan. Minyaknya untuk obat cacingan, sariawan, borok, kudis, urut keseleo, minyak rambut, minyak besi, dan minyak pelor. Di Jakarta, menjadi banyak toponim antara lain Pondok Kelapa yang termasuk wilayah Kec. Jatinegara, Jakarta Timur, merupakan lokasi dibangunnya Balai Benih Ikan (BBI). Di Jakarta Utara terdapat kawasan yang dulu berbetuk rawa, namun sekarang menjadi kompleks perumahan elit dan pertokoan modern yaitu Kelapa Gading.