KEBESARAN

Puncak pesta perkawinan di mana kedua mempelai duduk bersanding di puade. Disebut juga ngarak manten. Dalam acara ini bawaan atau serah-serahan tidak dibawa lagi dan para pendukung yang menjadi pengantar pengantin laki-laki merupakan tamu undangan. Kedatangan pengantin laki-laki kali ini tidak dirudat atau diarak lagi, melainkan hanya diantar oleh teman-temannya dan beberapa pasang wakil pihak keluarganya. Sementara itu pengantin perempuan sejak pagi-pagi didandani dengan Dandanan Care None Penganten Cine atau Rias Besar. Sambil dirias ia diberi pesan agar sewaktu duduk bersanding tidak berbicara dengan suaminya, meskipun si Tuan mantu telah resmi menjadi suaminya, karena hal tersebut dilarang oleh aturan adat.

Pengantin perempuan atau none pengantin seluruh bagian kepalanya ditutup dengan kerudung pengantin yang dibuat dari kain tule halus. Ia dituntun oleh Tukang Piare Pengantin menuju taman pengantin dan duduk di puade menanti kedatangan pengantin laki-laki. Setelah pengantin laki-laki datang ia diturunkan oleh Tukang Piare Pengantin untuk dipertemukan dengan istrinya. Setelah berdekatan pengantin perempuan yang duduk dipuade diajak berdiri oleh Tukang Piare Pengantin untuk menyambut suaminya.

Si pengantin laki-laki memberi salam sambil menyembah menyerahkan sirih dare dan dibalas oleh pengantin perempuan sambil menerima sirih dare tersebut, yang kemudian diserahkannya kepada Tukang Piare Pengantin. Pada saat ini kerudung pengantin perempuan telah dilepaskan. Setelah selesai serah terima sirih dare, kedua mempelai duduk di kursi pengantin atau puade masing-masing mengenakan pakaian dandanan Care None Penganten Cine dan pakaian Panganten Dandanan Care Haji. Pesta kebesaran ini berlangsung seharian dan dilanjutkan pada malam harinya dengan acara hiburan atau kesenian.