KEBAYA KERANCANG

Jenis busana tradisional kaum perempuan Betawi yang terdiri atas kebaya dan kain. Busana ini digunakan untuk keperluan resmi atau bepergian. Dahulu hanya bisa dikenakan oleh para nyai, gundik tuan Blande yang banyak duit, karena harga kebaya ini memang selangit pada jamannya. Kemudian datang orang Tionghoa, yang juga banyak duit. Para perempuannya yang adaptif dengan adat setempat langsung meniru dandanan para nyai itu. Sebegitu banyak perempuan Cina yang mengenakan jenis kebaya bergengsi ini hingga penduduk Betawi jelata menyebut kebaya ini sebagai sebagai Kebaya Encim. Oleh Persatuan Wanita Betawi, nama ini kemudian diganti dengan 'kebaya kerancang', kerancang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti 'berlubang.'