KATEDRAL, GEREJA

Gereja terbesar umat Katolik di Jakarta, terletak di Jl. Kathedral No.7. Bangunan Gereja Kathedral ini bergelar "Gereja Santa Perawan Diangkat ke Surga". Dahulu merupakan bekas kediaman panglima militer Jenderal de Kock dan diberikan oleh Du Bus yang terletak di utara Lapangan Banteng. Pada tahun 1820an gedung tersebut dipakai sebagai kantor departemen pertahanan. Atas usul Jr. Tromp gedung tersebut kemudian dirombak, sehingga dapat dipakai sebagai gereja. Setelah dirombak dan diberkati oleh Prefek Apostolik kedua, L. Prinsen Pr., digunakan sejak tahun 1829. Panjang bangunan 34 meter dan lebar 15,4 meter dan diberi hiasan menara kecil di porosnya.

Gereja Katedral telah beberapa kali mengalami renovasi yang dilakukan dan selalu terhambat masalah dana. Dari tahun 1859-1879 diputuskan untuk merenovasi total gedung menara lonceng di tengah dipindah ke puncak sisi depan. Proyek perbaikan dilakukan selama hampir setengah abad dan bisa digunakan pertama kali pada tanggal 31 Mei 1880. Pada akhir 1870-an gereja dipugar, ditandai dengan pemindahan menara tengah ke muka. Setelah itu gereja tampak lebih memadai dan menarik untuk umat. Namun bangunan tidak terlalu kokoh karena pondasi juga tidak kuat, lantainya tidak rata, plesteran buruk, pintu dan jendela tidak bisa ditutup rapat, dan dinding hampir ambruk.

Ketika sebagian atap roboh pada tanggal 9 April 1890, diputuskan untuk membongkar Katedral lama dan membangun yang baru. Izin didapat tahun 1891, kemudian dibangun kembali dengan rancangan awal dibuat P. Dijkmas dan menyuruh tukang-tukang Tionghoa meruntuhkan tembok lama. Peletakan batu pertama pondasi dimulai di tahun itu. Namun pembangunan terpaksa dihentikan karena kekurangan dana. Atas usaha uskup baru Mgr. Luypen SJ dalam mengumpulkan dana dan Insinyur MJ. Hulswit dalam pelaksanaannya, pembangunan dilanjutkan kembali. Setelah mengalami penundaan pada tahun 1898 pembangunannya dilanjutkan kembali dengan upacara peletakan batu pertama pada tanggal 16 Januari 1899. Gereja yang bergaya gotik ini diberkati oleh Uskup E.S Luypen pada tanggal 21 April 1901, dan sejak itu dibuka secara resmi. Sebagai gereja utama di Jakarta, ia disebut Katedral, karena didalamnya terdapat catedra, yakni tahta uskup. Pada tahun 1988 Gereja Katedral dipugar secara total dan suatu orgel baru yang lebih besar dipasang. Di dalamnya terdapat Museum Katedral berada di bawah naungan sebuah Yayasan Katholik. Koleksinya berhubungan dengan benda-benda yang terkait dengan keyakinan umat Katholik.