Kasino Hadiwibowo

Pelawak terkenal anggota Warkop, lahir di Gombong, 15 September 1950 dan meninggal di Jakarta, 18 Desember 1997. Menamatkan SD (1963), SMP (1966) dan SMA (1969), seluruhnya di Jakarta. Kemudian masuk FISIP VI Jurusan Komunikasi dan tamat 1979. Sebelum bergabung dalam Warkop, ia adalah penyiar radio Prambors antara 1974-1980. Keberuntungannya, diawali saat ia dan kawan-kawannya siaran di Radio Prambors, dan cuap-cuap sekenanya model obrolan warung kopi. Acara itu diisi oleh empat orang, yakni Kasino, Nanu, Wahyu Sardono, dan Indrodjono. Acara yang berupa obrolan itu mendapat banyak simpati dari para pendengarnya dan menjadi terkenal.

Ia juga memimpin Warung Kopi Corporation. Kelompok Warung Kopi itu dimulainya ketika ia masih kuliah di FISIP UI. Ketika menjadi mahasiswa, Kasino banyak menghabiskan waktunya di lereng gunung bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) VI. Kasino sering dipanggil Seky, artinya Si Pesek, oleh teman-temannya. Sampai tahun 1983, ia juga dikenal menjadi direktur Klinik Spesialis Rawamangun. Kelompok Warkop terutama mewakili generasi pelawak yang terpelajar, yang dianggap banyak orang memiliki warna baru dalam membanyol. Tetapi kelompok ini juga mampu membuat tertawa kalangan yang tak berpendidikan. Di samping mengeluarkan kaset lawakan, mereka juga membintangi beberapa film, antara lain Mana Tahan (1980), Gengsi Dong (1980), Gede Rasa (1981), Pintar-pintar Bodoh (1981), Manusia Enam Juta Dollar (1982), IQ Jongkok (1982), Setan Kredit (1982), Dongkrak Antik (1982), Chip (1983), dan Maju Kena Mundur Kena (1983). Dalam film Maju Kena Mundur Kena, ia bersama dua rekannya masuk dalam kelompok artis yang pernah dibayar paling mahal.