KASIMO, IJ

Tokoh politik Katolik, bernama lengkap Ignatius Joseph Kasimo, lahir di Yogyakarta, 1900, menjalani pendidikan guru di Muntilan, tempat ia dididik P. Van lith SJ, dibaptis 1913 dan meneruskan di Landbouwschool Bogor. Ia menjadi guru, ikut mendirikan dan menjadi ketua pertama Pakempalan Politik Katolik Djawi, dan kemudian 1925 berganti nama menjadi Perkumpulan Politik Katolik di Djawa dan sejak 1930 menjadi Persatuan Politik Katolik Indonesia dan diaktifkan kembali di Surakarta, 1945. Partai tersebut berdiri sendiri di samping Indisch Katholieke Partij tahun 1917 yang sebagian besar anggotanya orang Belanda. Ia jadi anggota Volksraad (1931-1942) dan mendukung Petisi Soetardjo (1936), agar zelfregering dipercepat. Kasimo berusaha menguatkan persatuan antara aneka gerakan nasional.

Setelah proklamasi, ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Katolik RI (1945-1961) dan anggota KNIP (1945-1949) dan DPR (1950-1960) dan beberapa kali menjabat menteri, yaitu Menteri Muda Kemakmuran (1947), Menteri Kemakmuran merangkap Menteri Persediaan Makanan Rakyat (1948) dan Menteri Gerilyawan di Jawa Tengah (1948-1948) di bawah Pemerintahan Darurat (Dr. Soekiman). Tahun 1957, ia dan Natsir (Masjumi) menolak gagasan Soekarno tentang 'kabinet kaki empat'. Sebab, menerima PKI di kabinet berbahaya bagi demokrasi dan Negara RI. Kasimo dimarahi oleh Soekarno dan oleh banyak anggota Partai Katolik sendiri pada kongres partainya di Surakarta. Tetapi seperti biasa, Kasimo tersenyum, berpegang teguh pada apa yang diyakininya benar dan menolak oportunisme.

Pada 1960, menyerahkan jabatan Ketua Umum Partai Katolik kepada Frans Seda sebagai regenerasi partai setelah ia memimpinnya selama 32 tahun. Kasimo menjadi anggota DPA (1960) yang kemudian dibubarkan PKI. Ia kembali duduk di DPA dari 1968-1973 dan menjadi Tim Pemberantasan Korupsi (1967). Di seluruh karier politiknya, Kasimo berpegang pada prinsip sederhana, jujur dan tidak semata-mata duniawi. Pada 1980 ia dianugerahi Bintang Ordo Gregorius Agung oleh Yoanes Paulus II. Meninggal tahun 1986 di RS Saint Corolus, Jakarta.