Kartono Ryadi

Fotografer dengan spesialis olahraga, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 30 Juni 1945 dan meninggal di Jakarta 31 Agustus 2005. Ia adalah fotografer otodidak dan memiliki insting yang kuat untuk menangkap momentum sensasional. Karenanya, bukan saja karya-karya di pentas olah raga yang menjadi kekuatannya, tetapi juga adegan-adegan realitas masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah. Mantan guru matematika sebuah SMP di Jakarta itu mengawali karier sebagai fotografer majalah Ekspress dan bergabung di Harian Kompas sejak tahun 1971. Punya gaya khas dalam foto-fotonya. Selain banyak mengandalkan teknik dan skill tinggi, foto-fotonya indah dipandang dan kuat di segi isi. Ia berasal dari fotografi salon yang mengutamakan keindahan sebelum masuk ke jurnalistik.

Biasa dipanggil KR, sangat piawai dalam mencermati keadaan sebelum memutuskan memijit tombol rana. Fotonya tentang Pangeran Bernard (Belanda) yang sedang menggendong orang utan mendapat penghargaan dari World Press Photo 1974. KR kembali mendapatkan penghargaan World Press Photo pada tahun 1980 dengan foto ikan pesut melahirkan di Ancol. Walau mendapatkan penghargaan internasional, bukan dua foto itu yang paling berkesan baginya. Ia terkesan dengan foto Susi Susanti yang sedang menitikkan air mata saat mempersembahkan medali emas Olimpiade pertama bagi Indonesia di Barcelona, Spanyol, 1992, hasil jepretannya.