KARIM SUWEILEH

Musisi jazz, lahir di Surabaya, 16 Agustus 1950. Mulai belajar dan membina karier musik di kota kelahirannya. Sejak kecil, dia suka mendengarkan suara drum dan gurunya yang pertama adalah Samboyan, peniup trumpet asal Pilipina. Kakaknya, Awat Suweileh, adalah seorang drummer dan pemain conga di Surabaya pada 1960-an, sedangkan Dullah Suweileh pemain conga, perkusi, dan drum. Di Surabaya, ia bermain di klub-klub malam, yang pada 1960-an cukup marak. Pindah ke Jakarta tahun 1970, lalu bermain bersama Nick Mamahit dan Wimpi Panasale di Oasis Restaurant, Jl. Raden Saleh. Tahun 1972, bergabung dengan Jack Lesmana mengiringi penyanyi untuk acara Nada & Improvisasi di TVRI.

Pada 1979-1981, menetap di Australia untuk belajar sekaligus bermain musik di klub-klub Jazz sambil menambah pengalaman. Di negeri ini untuk pertama kalinya, ia membeli drum sendiri, merek Tama, seharga 1.500 dollar Ausralia. Dengan alat itu, ia bermain dengan Bill Saragih dan Jack Lesmana, yang sudah lebih dulu tinggal di sana. Kembali ke Jakarta, bekerja di Garden Hotel di Kemang, satu-satunya klub Jazz di Jakarta waktu itu. Pada 1985, bergabung dengan Bhaskara Band dan tampil di North Sea Jazz Festival Belanda.

Ia menjadi produser untuk rekaman piano Didi Chia berjudul Rest & Rilex. Pernah pula bermain di Hotel Borobudur, Jakarta untuk Jazz Mainsream. Selain itu, secara rutin tampil di klub Jamz dengan grup yang dipimpinnya sendiri, O Band, bersama Mathes, Joko, Jacky, Khairul, dan penyanyi Margie Segers. Ia pun mengajarkan permainan drum secara privat di Jakarta. Dengan drumnya mengiringi rekaman beberapa penyanyi, seperti Ermy Kulit, Margie Segers, Rien Djamain. Utha Likumahua, dll. Dalam kiprahnya tersebut, biasanya bergabung bersama Ireng Maulana All Stars.