Kantor Berita Nasional Indonesia

Didirikan oleh 11 surat kabar harian ibu kota dengan maksud agar mereka dapat melakukan peliputan berita secara kolektif sehingga surat kabar itu masing-masing dapat menghemat biaya peliputan. Kantor berita ini mulai menerbitkan buletinnya pada tanggal 1 Desember 1966. Pemrakarsa utama didirikannya KNI adalah Soemantoro, salah seorang  itu ia juga menjabat Asisten Menteri Utama urusan Politik dan memimpin penerbitan Berita Indonesia, surat kabar nasional pertama sesudah Indonesia merdeka yang terbit sejak awal September 1945. Di kantor harian itu pula, di Jl. Sutan Syahrir 27 (waktu itu bernama Jl. Gresik), Jakarta, KNI mula-mula berkantor sebelum pindah ke JI. Prapatan 46 pada awal Februari tahun 1967.

KNI juga menjadi penyalur berita dan foto-foto hasil liputan kantor berita Associated Press (AP), yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, bagi para pelanggannya di Indonesia. Sama halnya seperti Antara yang bekerja sama dengan Reuters dari Inggris, United Press Internasional (UPI) dari Amerika Serikat dan Agence France Presse (AFP) dari Perancis dalam pengedaran berita dan foto-foto ketiga kantor berita internasional itu di Indonesia.

Kantor berita asing hanya dapat menyalurkan berita liputannya kepada para pelanggan di Indonesia dengan kerja sama kantor berita nasional. Ketentuan ini tercantum dalam SK Menteri Penerangan No. 22B/Kep/Menpen/1072 tentang Peraturan Pers dan Wartawan Asing di Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1972. Keputusan yang ditandatangani Menteri Penerangan Boediardjo ini ada dalam Bab III, pasal4, "Perwakilan pers atau kantor berita asing dapat menyebarkan bahan berita terrnasuk gambar dan features di Indonesia melalui kantor berita nasional."