KAMUS DIALEK JAKARTA

Buku karya Abdul Chaer. Buku ini diilhami dan buku kamus di alek Jakarta berbahasa Jerman yang berjudul Woerterverzeichnis Des Omongs Djakarta karangan Hans Kaehler terbitan Berlin tahun 1966. Berdasarkan buku di atas, Abdul Chaer merasa tertantang dan kemudian menyusun Kamus Dialek Jakarta-Bahasa lndonesia. Maksudnya ialah agar bisa menolong siapa saja yang hendak berurusan dengan masyarakat Jakarta dalam arti luas. Saat menyusun Kamus Dialek Jakarta Bahasa Indonesia, Abdul Chaer yang merupakan seorang Betawi Asli juga mengalami kebingungan dengan sub dialek yang harus ia masukkan ke dalam kamusnya, karena di dalam dialek Jakarta terdapat beberapa subdialek, yaitu :subdialek Tanah Abang, Karet, Jatinegara, dan Kebayoran. Subdialek Jatinegara akhirnya digunakan untuk menyusun kamus tersebut dengan pertimbangan; subdialek Jatinegara, walaupun daerahnya tidak luas dan penuturnya tidak banyak, tetapi pengaruhnya sangat luas. Kebanyakan orang luar Jakarta mengira dan menganggap subdialek Jatinegara sebagai dialek Jakarta secara keseluruhan.