Kampung Melayu

Kawasan Kampung Melayu merupakan wilayah Kelurahan Karnpung Melayu dan sebagian dan wilayah Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kawasan tersebut dikenal dengan sebutan demikian, karena mulai abad ke-17 dijadikan tempat pemukiman orang-orang Melayu yang berasal dari Semenanjung Malaka (sekarang Malaysia) dli bawah pimpinan Kapten Wan Abdul Bagus.

Wan Abdul Bagus adalah anak Ence Bagus, kelahiran Patani, Thailand Selatan. Ia terkenal pada jamannya sebagai orang cerdas dan piawai dalam melaksanakan tugas, baik administrasif maupun di lapangan sebagai perwira. Selama hidupnya ia membaktikan diri pada Kompeni, dimulai sebagai juru tulis, juru bahasa, bahkan sebagai duta atau utusan. Sebagai seorang pria ia sering terlibat dalam peperangan, seperti di Jawa Tengah, pada waktu Kompeni "membantu" Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo. Demikian pula pada perang Banten, ketika Kompeni "mernbantu" Sultan Haji menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Ageng Tirtayasa. Waktu menghadapi pemberontakan Jonker, Kapten Wan Abdul Bagus terluka cukup parah. Menjelang akhir hayatnya ia dipercaya oleh Kompeni untuk bertindak selaku Regeringscommisaris, semacam duta, ke Sumatera Barat.

Ketika Wan Abdul meninggal dunia tahun 1716 dalam usia 90 tahun, kedudukannya sebagai Kapten orang Melayu digantikan putranya yang tidak resmi, Wandullah, karena ahli waris tunggalnya, Wan Mohammad meninggal dunia mendadak. Menurut F. De Haan, Ratu Sarifah Fatimah yang kemudian terkenal karena mernbuat Kesultanan Banten geger, adalah janda di Wan Mohammad, jadi menantunya Wan Abdul Bagus.