Kampung Jawa

Kampung tua di Jakarta tempat bermukim kelompok orang Jawa, terletak di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat. Tertera pada peta Nieuhojf dan tahun 1682, lokasinya tergambar di seberang daerah Jl. Kaum, yakni satu jalan menuju ke makam Pangeran Jayakarta. Menurut sumber Belanda, pengertian orang Jawa mencakup orang dan Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan orang dan Kampung Jawa di Palembang. Mereka sangat dicurigai VOC, karena setelah serangan Sultan Agung ke Batavia (1628-1629), sebagian dan mereka tidak pulang dan menetap, jumlah mereka tidak diketahui. Bahkan khusus bagi mereka diberlakukan jam malam, larangan membawa keris dan lain-lain. Pada malam hari, mereka diharuskan membawa obor dan surat identitas. Pada tahun 1635 tinggal 30 orang saja yang tinggal di dalam kota. Pada tahun 1955 bagi mereka diangkat seorang bek (kepala wijk) dengan wakilnya yang disebut twidi (= tweede, orang kedua).

Orang dan Pulau Jawa semua orang bebas, karena tidak boleh dijadikan budak. Pada tahun 1678 dibentuk tiga 'kompi Jawa'. Pada tahun 1673 tercatat 3.540 orang Jawa, yang seratus tahun kemudian sudah meningkat menjadi 36.440 orang (1770). Pada tahun 1744 beberapa keluarga Jawa masih dicatat di sebelah utara dan barat Arsip Nasional; dan nama ini kini dipakai lagi untuk jalan bekas Kebon Sayur. Kampung Jawa Angkasa di Kemayoran semakin tidak dikenal lagi.