KAMPUNG BATANG

Nama kampung di Jakarta Utara. Nama 'batang' diambil dari batang pohon besar yang digunakan sebagai sarana penutup jalur pelabuhan masa itu. Pada peta tahun 1623 telah terlihat sebuah batang kayu yang melintang di sungai Ciliwung sebagai penutup. Sebelah barat sungai tersebut terdapat sebuah gedung pajak dan pos keamanan. Pendatang-pendatang pribumi diwajibkan menitipkan senjata-senjata, pedang-pedang, dan keris-keris mereka di tempat ini. Pada waktu matahari terbit (pukul 06.00, 07.00, 09.00) batang ditutup dan baru dibuka kembali sehabis matahari terbit. Pada tahun 1810 batang ini masih ada, hanya tali yang dipergunakan untuk mengangkat batang diganti dengan sebuah rantai.