KAMPUNG BALI

Di wilayah DKI Jakarta terdapat beberapa kampung yang menyandang nama Kampung Bali, karena pada abad ke-17-18 M dijadikan pemukiman orang-orang Bali, yang masing-masing dipimpin seorang pemimpin kelompak etnisnya. Untuk membedakannya, dilengkapi dengan nama kawasan tertentu yang berdekatan, seperti Kampung Bali dekat Jatinegara yang dahulu bernama Meestercornelis, disebut Balimester. Sekarang menjadi nama kelurahan, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Balimester tercatat sebagai perkampungan orang-orang Bali sejak tahun 1667. Kampung Bali Krukut, terletak di sebelah barat Jl. Gajahmada sekarang, yang dahulu bernama Molenvliet West, yang berbatasan dengan tanah milik Reinier de Klerk (1777-1780), dimana dibangun sebuah gedung peristirahatan, yang kini dijadikan Gedung Arsip Nasional.

Kampung Bali Angke sekarang menjadi Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Di sana terdapat sebuah masjid tua, yang menurut prasasti yang terdapat di dalamnya, dibangun pada 26 Sya'ban 1174, atau 2 April 1761. Di halaman depan masjid itu terdapat kuburan, antara lain makam Pangeran Syarif Hamid dari Pontianak, yang riwayat hidupnya ditulis di Koran Javabode tanggal 17 Juli 1858. Dewasa ini masjid tersebut biasa disebut Masjid Al-Anwar, atau Masjid Angke. Pada tahun 1709 di kawasan itu mulai pula bermukim orang-orang Bali di bawah pimpinan Gusti Ktut Badulu, yang pemukimannya berseberangan dengan pemukiman orang-orang Bugis, di sebelah utara Bacerachtsgracht, atau Jl. Pangeran Tubagus Angke sekarang. Perkampungan itu dahulu dikenal dengan sebutan Kampung Gusti.