Kali Tjakung, Pertempuran

Merupakan rangkaian pertempuran di Warung Djengkol pada masa pasca kemerdekaan, khususnya pada Agresi Militer Belanda. Pertempuran berlangsung sengit dan melebar ke sekitar Kali Tjakung, Jakarta. Pertempuran yang terus berlangsung sengit, menjatuhkan sebuah kapal terbang Inggris di Rawa Gatel (sekarang dekat By Pass) yang berisikan 21 orang penumpang, serta terjadi pula pertempuran dengan bom. Ketika itu kapal terbang Inggris menggunakan peluru dum-dum, dengan senjata Conform. Ke 21 orang penumpang dibunuh dengan disembelih dan dikubur di dalam satu kuburan, oleh para pejuang yang tergabung dalam Kesatuan Polisi Tangsi. Peristiwa ini terjadi karena masing-masing pihak terbakar oleh revolusi dan pertempuran yang dahsyat.

Karena para pejuang tidak mengindahkan perintah dari batalyon 5 Tambun untuk mengembalikan pasukan yang ditawan (telah dibunuh tersebut), akhirnya Inggris menyerbu dan Warung Djengkol dan Belanda dari arah Pekajan. Belanda pun dapat menduduki alun-alun dan para pejuang mundur, sedangkan pasukan Inggris berkesempatan untuk maju. Sementara pasukan Kapten Sumantri terus menuju ke arah utara. Canon-canon yang dibuang ke Kali Sokan diambil oleh Belanda dan tangsi polisi pun diduduki oleh pihak musuh. Seorang tawanan berkebangsaan Jerman tertangkap oleh pasukan Inggris. Orang inilah yang menunjukkan tempat dikuburkannya ke 21 orang penumpang yang dibunuh ketika pesawat terbang Inggris jatuh tertembak. Setelah Inggris memeriksa keadaan tempat tersebut dan mengetahui bahwa ke 21 orang pasukannya dibunuh tidak dengan cara ditembak melainkan disembelih, pasukan Inggris menjadi marah sekali dan melakukan penyerangan kembali serta membakar desa-desa. Belanda pun ikut melakukan penyerangan kembali dan menduduki daerah Bekasi. Sementara daerah Tjakung dan Krandji telah diduduki oleh sekutu.