Kali Baru, Pelabuhan

Pelabuhan ikan sejak tahun 1960-an dan merupakan pindahan pelabuhan ikan Kali Kresek Lagoa yang ditutup tahun 1967. Terdiri dari dua tempat, yaitu Kalibaru Timur dan Kalibaru Barat. Di pelabuhan ini dilakukan pendaratan, pelelangan, bongkar muat ikan dan pemasaran ikan. Pada masa kejayaan pukat harimau (trawl), pelabuhan ini tergolong ramai aktifitasnya. Mengingat lokasinya berdekatan dengan pelabuhan kayu dan kerangka pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasar SK Gubernur DKI No. 268/1977 tanggal 8 Mei 1977 aktifitas pelabuhan ini bagi kapal ikan trawl ditutup. Sementara itu untuk jenis perahu nelayan secara bertahap seluruhnya dipindahkan ke Muara Angke. Aktifitas pelabuhan ikan Kalibaru berakhir tahun 1988.

Pelabuhan Kalibaru luasnya 34.533 m2, merupakan lapangan yang terbuka dimana produk atau barang-barang yang baru datang akan diangkut/dibongkar dan disimpan langsung di lapangan penumpukan yang disewa oleh para pemilik barang. Barang-barang itu setelah ditumpuk ada yang langsung diangkut ke tempat tujuannya, ada pula yang disimpan ke gudang penumpukan. Fasilitas teknis yang terdapat di pelabuhan Kalibaru yaitu: steger Kayu (Turap) sepanjang 114 m dan pinggiran sepanjang 914 m.

Perkembangan selanjutnya Kali Baru merupakan pelabuhan yang menyediakan prasarana khusus untuk bongkar muat kayu di Jakarta yang keberadaannya di bawah manajemen Ditjen Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan RI. Aktifitas bongkar muat kayu di pelabuhan ini kian hari semakin meningkat volumenya, sehingga terjadi perluasan-perluasan prasarana pelabuhan, diantaranya lapangan penumpukan, gudang dan kolam pelabuhan. Bahkan pengembangan tersebut mengubah fisik pelabuhan, sehingga banyak masyarakat tidak tahu lagi bagaimana cikal bakal pelabuhan Kalibaru.