KALAPA

Nama kumpulan "masyarakat Kalapa" di Batavia. Struktur elit masyarakat Kalapa ini biasanya ditempati oleh orang-orang yang bergelar Nyai, Aki (Ki), Kumpi atau Datu/Dato. Masyarakat Kalapa merupakan masyarakat yang agamis, sehingga kesenian pun berada dalam ruang lingkup keagamaan. Sistem kepercayaan yang mereka anut bukan Hindu tetapi juga tidak paradok dengan Hindu. Mereka di samping mempercayai arwah manusia masih mempengaruhi kehidupan manusia yang masih hidup, mereka juga mempercayai peran dewi pengendali kemakmuran seperti Dewi Seri (Sri).

Sebelum kedatangan orang Melayu pada abad ke-10, digambarkan praktek keagamaan penduduk asli Kalapa adalah sesat. Hal tersebut seperti dikatakan pengelana Tiongkok Fa Shien (pemeluk agama Budha) yang berkunjung ke Kalapa tahun 414 dan membuat catatan tentang penduduk, bahwa setelah berlayar selama 90 hari (dari Srilangka) sampai di negeri Yavadi (Jawa sebelah barat) dimana berkembang orang yang beragama sesat dan para penganut Brahmanisme tetapi agama Budha hampir tidak disebut.