Kahar

Kereta beroda dua yang ditarik seekor kuda. Jika akan dibawa keluar kota atau ketempat yang jauh, kahar ditarik empat ekor kuda. Merupakan kendaraan berkuda yang beroperasi di Jakarta sebelum ada delman. Bentuknya seperti delman, tetapi rodanya lebih tinggi dan tidak mempunyai pintu belakang. Supaya penumpangnya tidak terlalu terguncang-guncang, di bagian bawah karoserioya dipasang per (berasal dari bahasa Belanda: veer). Sehingga disebut juga kahar per. Pada zaman dulu, kahar per merupakan kendaraan pribadi yang hanya dimiliki pejabat-pejabat pemerintah kolonial Belanda atau orang swasta beruang. Disamping itu terdapat kahar jamban yang penumpangnya harus duduk saling membelakangi, dua duduk di depan bersama kusir, dua di belakang.