ISKANDAR MUDA, SULTAN

Pahlawan nasional, lahir di Banda Aceh tahun 1593. Sejak muda ia sudah memperlihatkan kemampuan memimpin, pasukan Aceh memukul mundur pasukan Portugis yang mencoba mendarat di pantai Aceh tahun 1606. Setahun kemudian, dinobatkan sebagai Sultan Aceh. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh mengalami masa jaya dan wilayahnya meliputi sebagian besar pantai barat dan pantai Timur Sumatera, bahkan beberapa kerajaan di Semenanjung Malaya. Musuh utama yang dihadapinya bangsa Portugis yang sejak tahun 1511 sudah menguasai Malaka. Portugis pun menganggap Aceh sebagai ancaman terhadap monopoli perdagangan yang ingin mereka jalankan di sekitar Selat Malaka. Karena itulah antara dua kekuasaan ini sering terjadi bentokan bersenjata. Kapal-kapal Portugis yang berlayar di Selat Malaka sering diserang oleh armada Aceh dan sebaliknya.

Untuk mengusir Portugis dari Malaka, ia memperkuat angkatan perang Aceh, terutama angkatan laut. Pelatih-pelatih didatangkan dari luar negeri, terutama dari Turki. Serangan tehadap Portugis di Malaka dilancarkan tahun 1615, namun gagal. Serangan kedua dan besar-besaran dilancarkan lagi tahun 1629. Pasukan Portugis terkepung dan terancam. Mereka hampir memetik kemenangan, Portugis mendapat bantuan dari pasukan Johor, Pahang, dan Patani. Ketiga kerajaan ini memang tidak menyenangi Aceh sebab pernah ditaklukkan Aceh pada masa sebelumnya. Dengan datangnya pasukan bantuan ini, Portugis menjadi kuat. Armada Aceh terkepung dan akhirnya mengundurkan diri.

Sesudah kegagalan serangan yang kedua, ia lebih banyak mencurahkan perhatiannya terhadap masalah-masalah dalam negeri. Sistem pemerintahan disempurnakan dan pendidikan agama mendapat prioritas. Pedagang-pedagang Inggris dan Belanda diizinkan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh menumt jangka waktu tertentu dan harus tunduk kepada peraturan yang diberlakukan oleh Aceh. Sesudah berhasil membawa Aceh ke puncak kejayaan, tanggal 27 September 1636, dalam usia 43 tahun ia meninggal dunia. Namanya diabadikan sebagai nama jalan, yang terletak di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.