Indonesische-clubgebouw

Disingkat IC, satu tempat pemondokan beberapa mahasiswa STOVIA dan Sekolah Hukum (Recht School) yang berasal dari luar Jawa. Di dalam gedung ini sering diadakan perdebatan politik diantara tokoh pergerakan nasional. Pada akhir tahun 1920-an yang tinggal di tempat ini antara lain M. Yamin, Asaat, Amir Sjarifudin, Abbas, Suryadi, Mangaradja Pintor, dan Abu Hanifah. Kamar-kamar mereka terletak di belakang gedung IC. Sedang bagian muka menjadi tempat rekreasi yang dilengkapi dengan surat kabar, majalah, bridge, billiard, dan meja pingpong. Setelah lelah berdebat biasanya kaum muda revolusioner ini mengumpulkan uang untuk mencari kopi atau makan ke Pasar Senen. Pada hari Minggu biasanya mereka pergi ke perpustakaan museum yang terletak di Jl. Gambir Barat. Gedung ini juga menjadi tempat diselenggarakan Konggres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda sehingga kelak di kemudian hari akan dikenal sebagai Gedung Sumpah Pemuda.