INDONESIA RAYA

Lagu perjuangan yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman, diperdengarkan pertama kali dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Setelah mengalami perubahan-perubahan dan melalui perjuangan yang penuh rintangan terutama dari Pemerintah Kolonial Belanda, akhirnya lagu Indonesia Raya disahkan sebagai lagu kebangsaan yang mula-mula diakui oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) dan kemudian disusul oleh perkumpulan atau partai lainnya.

Tahun 1944 dibentuk Panitia Lagu Kebangsaan yang bertugas melakukan beberapa perubahan dalam segi musik dan syair, membuat ketentuan-ketentuan resmi dalam tata cara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Panitia ini terdiri dari tiga belas orang diantaranya Ir. Soekarno, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansur, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. Mohammad Yamin, dll. Tanggal 8 September 1944 Panitia Lagu Kebangsaan berhasil menyelesaikan tugasnya dengan membuat beberapa perubahan.

Tahun 1958 Pemerintah RI membentuk sebuah Panitia Peninjauan lagu Indonesia Raya. Setelah menyelesaikan tugasnya dengan memberikan usul-usul kepada pemerintah, serta telah dibahas oleh Kabinet dalam sidangnya tanggal 30 Mei 1958, maka Presiden RI menetapkan PP No.44/1958 tanggal 26 Juni 1958 yang diundangkan tanggal 10 Juli 1958 oleh Menteri Kehakiman RI, yang memutuskan untuk mencapai keseragaman, perlu ditetapkan nada-nada, irama, iringan, kata-kata, gubahan-gubahan lagu dan cara penggunaannya dalam lagu itu.

Tidak ada lagi perubahan kata-kata dalam ketiga kuplet syair serta ulangannya (refrein) sebagai yang sudah ditetapkan oleh Panitia Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tahun 1944, tetapi biramanya berubah dari 6/8 menjadi 4/4 dengan diberi petunjuk: con bravura. Maksudnya dengan cemerlang. Meskipun memiliki struktur lagu danjiwa baru, namun semangat lagu Indonesia Raya tetap semurni dan seasli ciptaan WR Supratman.