INDONESIA, MUSEUM

Museum yang termasuk dalam kompleks TMII. Diresmikan oleh Soeharto tanggal 20 April 1980. Museum ini mengoleksi berbagai bahan kerajinan tangan, karya seni, serta pakaian dari seluruh daerah di Indonesia. Menyajikan diorama-diorama peristiwa tradisional, benda budaya, dan karya seni kontemporer. Di lantai satu, dari Jawa Tengah menampilkan diorama upaCara perkawinan bangsawan dan wayang kulit. Juga ada pakaian pengantin dari 27 propinsi, lukisan kaca peta citra Indonesia, dan wayang dari berbagai daerah. Lantai 2 menampilkan berbagai benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Sedang lantai ke3 merupakan ruang Tri Hita Karana, dari sini bisa terlihat pemandangan di sekeliling museum yang indah.

Bangunan museum bergaya arsitektur Bali, terletak di atas tanah seluas 7.000 m2 dengan luas bangunan 20.000 m2. Terdiri dari tiga lantai dan sejajar dengan gedung Sasana Langen Budaya. Halaman gedung dikelilingi pagar tembok dengan taman. Pintu gerbang utama berupa candi kurung yang disebut Pandu Raksa dan hanya dilalui orang tertentu. Pintu gerbang kedua berupa candi Bentar terletak di bagian selatan. Di depan pintu masuk terdapat patung naga anantha boga dan basuki (lambang kesejahteraan), menara air berbentuk bunga teratai lambang kesucian, dan patung angsa lambang ke-bijaksanaan. Selain gedung utama juga terdapat bangunan lain seperti Balai Panjang (bangunan terbuka untuk pertunjukkan kesenian) dan Bale Bengong.

Dinding bangunan terdiri dari batu bata merah yang halus dengan bagian berupa batu karang dan batu paras berukiran relief cuplikan cerita Ramayana. Bangunan museum diibaratkan sebagai Gunung Muliawan, tempat Rama menyuruh panglirna kera mencari Dewi Sinta. Patung di lantai kedua juga terdiri dari tokoh panglima kera dan jembatan dari halaman menuju pintu masuk seperti jembatan Situ banda yang menghubungkan Ayodya dengan Alengka Pura.