Ignas Kledens

Peneliti dan budayawan. Dilahirkan di Waibalun, Larantuka, Flores Timur, 19 Mei 1948. Menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi di Flores, kemudian meraih MA dari Hochschule fuer Philo-sophie, Muenchen, Jerman (1982) dan meraih Doktor dari Universitas Bielefeld, Jerman (1995). Pernah bekerja di penerbit Nusa Indah, Ende, kemudian menjadi editor pada Yayasan Obor, Jakarta (1976-1977), Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta (1977-1978), dan Society for Political and Economic Studie, Jakarta. Kini menjadi Direktur Lembaga Lintas Timur di Jakarta.

Eseinya mengenai sastra dimuat di majalah Basis, Horison, Budaya Jaya, Kalam, dan harian Kompas. Esainya Simbolisme Cerita Pendek dimuat dalam kumpulan cerita pendek Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan: Cerpen Pilihan Kompas 1997 (1997). Ia juga menulis kata pengantar untuk buku Rendra, Mempertimbangkan Tradisi (1983), Goenawan Moehammad, Catatan Pinggir 2 (1989), dan Putu Wijaya, Yel (1995). Bukunya: Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan (1988). Pada tahun 2003 menerima Penghargaan Ahmad Bakrie, sebagai bukti prestasi seumur hidup (lifetime achievement) dalam bidang kritik epistemologis bidang ilmu-ilmu sosial. Istrinya, Dr. Ninuk Kleden Purbonegoro, dikenal sebagai peminat dan pengkaji teater tradisional Lenong.