Hoogerechshaf, Gedung

Gedung Mahkamah Agung, terletak di Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat. Dahulu bangunan ini merupakan bagian dari bangunan istana yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di daerah Weltevreden. Pembangunan istana tersebut diserahkan kepada Ir. Schulze, dengan mengambil bahan-bahan dari bekas reruntuhan bangunan Kasteel van Batavia, karena keuangan Belanda sangat buruk. Pada masa Gubernur Jenderal Janssens, upaya penyelesaian tetap diusahakan namun baru pada 1826 Gubernur Jenderal Du Bus, dengan pelaksana Ir. Tramp, pembangunan istana baru dapat diselesaikan dengan sempurna.

Bangunan istana tersebut digunakan oleh Gubernur Jenderal Du Bus untuk kepentingan sehari-hari. Bangunan-bangunan lainnya ditempati sebagai kantor-kantor dari pemerintah pusat, sedangkan di bagian lain dipakai sebagai tempat penginapan khusus para tamu pejabat pemerintah Belanda. Adapun di bagian belakang gedung terdapat kandang-kandang kuda sebanyak 120 petak. Tahun 1828 secara keseluruhan pembangunan gedung selesai dikerjakan, kemudian gedung di sebelah utara Istana Weltevreden pada tahun 1835 digunakan sebagai kantor pos dan percetakan milik negara dan bagian lainnya dipakai oleh Hoogerechter dan Algemene Secretarie. Tanggal 11 Mei 1848 sebagian dari bangunan tersebut resmi dipakai untuk Departemen van Justitie (Mahkamah Agung). Sejak berdiri Gedung Mahkamah Agung merupakan bagian dari gedung yang dipergunakan oleh Departement van Financient, namun pemerintah kolonial Belanda kemudian menggunakan gedung Mahkamah Agung itu sebagai gedung Peradilan pada tanggal 1 Mei 1942. Pada masa penjajahan Jepang dipergunakan sebagai gedung tempat peradilan, kemudian pada masa Indonesia merdeka gedung ini berfungsi dan berperan sebagai gedung Mahkamah Agung. Bangunannya bergaya arsitektur Eropa dengan corak dekoratif.