Hollandsch Chineesche School

Disingkat HCS, sekolah resmi, dibuka untuk golongan peranakan Tionghoa. Sebelumnya mereka telah mendatangkan guru privat Belanda, Tionghoa atau Indonesia bagi anak-anak mereka di rumah. Pendidikan nonformal ini telah mentradisi sejak lama di kalangan mereka yakni kaum Hokkien. Sekolah ini diselenggarakan karena tuntutan akan pendidikan yang semakin kuat dari golongan Cina, dan meningkatnya rasa kebangsaan di kalangan penduduk Cina.

Gerakan emansipasi sebagai akibat meningkatnya nasionalisme Cina muncul dan makin kuat sejak tahun 1900. Perkumpulan emansipasi Cina yang pertama, Tiong Hoa Hwee Koan, didirikan di Jakarta pada tahun 1900. Cita-cita emansipasi mereka terutama adalah perbaikan pendidikan di kalangan mereka. Oleh sebab itu, pada tahun 1901, Tiong Hoa Hwee Koan membuka sekolah dasar Cina yang pertama dengan program pendidikan modern. Jumlah sekolah jenis ini meningkat dengan pesat, juga di luar Jakarta. hal ini dimungkinkan oleh kekuatan modal yang relatif besar dari golongan Cina.

Gelombang emansipasi golongan Cina di Indonesia ini semakin kuat setelah peristiwa kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905, dan berhasilnya Revolusi Cina tahun 1911. Orang Cina makin kuat nasionalisme Cinanya. Mereka mulai menuntut kesamaan hak dan derajat dengan orang Eropa. Oleh pemerintah Belanda, perkembangan ini dinilai membahayakan kekuasaannya. Untuk menetralisasi semangat kebangsaan ini, pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan, antara lain menyediakan sekolah Belanda-Cina di Indonesia.

Pada tahun 1908, HCS yang pertama didirikan dengan pelajaran setingkat dengan ELS (Europesche Lagere Schoof). Walaupun HCS didirikan terutama untuk golongan Cina, sekolah ini menerima juga anak-anak pribumi dan Eropa. Pada tahun 1917, misalnya dari seluruh murid HCS yang berjumlah 6.717 orang, 35 orang adalah anak-anak Eropa dan 96 orang anak-anak pribumi. Dalam perkembangannya, jumlah HCS meningkat menjadi 110 buah dengan murid 21. 617 orang pada tahun 1930. Sampai tahun 1940, jumlah HCS tidak mengalami Perubahan, hanya jumlah muridnya yang bertambah menjadi 25.696 orang.