Herawati Diah

Wartawati dan Pengusaha. Lahir di Belitung, 3 April 1917. Menamatkan ELS dan Lyceum di Jakarta, lalu menempuh pendidikan di Universitas Columbia, New York dan meraih gelar BacheJor of Arts. (1941). Sempat melanjutkan ke Fakultas Hukum VI (1955-1957), sebelum akhirnya berangkat ke Inggris belajar di School of Oriental & Africa Studies di London (1962-1963). Pengalaman tersebut, antara lain diperoleh dalam mengikuti suaminya Burhanudin Diah, yang dikenal sebagai Duta Besar, sebelum diangkat menjadi Menteri Penerangan tahun 1968.

Pada saat pecah Perang Pasifik, ia bersama ibu dan saudaranya beserta warganegara Jepang diinternir di Cibadak, Jawa Barat, sedangkan ayahnya, dr. Latip, diinternir di Garut dan baru dibebaskan setelah pasukan Jepang datang. Herawati kemudian bekerja di siaran radio Jepang. Ketika NICA Belanda datang ke Indonesia, ia ditangkap dan ditahan dengan tuduhan bekerja sama dengan musuh. Pada masa kemerdekaan, ia ikut serta membangun Kementrian Luar Negeri RI. Ia kemudian bekerja menjadi wartawan Merdeka. Ia kemudian pindah ke Mingguan Merdeka. Pada tahun 1952 dia memimpin majalah Keluarga. Selain aktif di bidang jurnalistik, ia juga aktif dalam Mitra Budaya, organisasi yang mengembangkan kebudayaan pada umumnya. Direktur utama Hotel Prapatan, pemilik Hotel Hyatt Aryaduta Jakarta, dan pemimpin Harian Indonesian Observer, Jakarta.