HEK

Tempat yang terletak antara Kantor Kecamatan Kramatjati dan Kantor Polisi Resor Kramatjati, sekitar persimpangan dari jalan Raya Bogor ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus ke Pondokgede, dikenal dengan nama Hek. Rupanya nama tersebut berasal dari bahasa Belanda. Menurut Kamus Umum Bahasa Belanda-Indonesia, kata hek berarti pagar. Tetapi menurut Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse taal (" ... raam-of traliewek tot sluiting v.e. toegang, afsluiting laatwerk; als een deur draaiend traliewerk ... "). Dari seorang penduduk setempat yang sudah berumur lanjut, diperoleh keterangan, bahwa di tempat itu dahulu memang ada pintu pagar, terbuat dari kayu bulat, ujung-ujungnya diruncingkan, berengsel besi besar-besar, bercat hitam.

Pintu itu digunakan sebagai jalan keluar-masuk kompleks peternakan sapi, yang sekelilingnya berpagar kayu bulat. Kompleks peternakan sapi itu dewasa ini menjadi kompleks Pemadam Kebakaran dan Kompleks Polisi Resor Kramatjati. Sampai tahun tujuhpuluhan kompleks tersebut masih biasa disebut budreh, ucapan penduduk umum untuk kata boerderij, yang berarti kompleks pertanian dan atau peternakan. Kompleks peternakan tersebut merupakan salah satu bagian dari Tanah Partikelir Tanjoeng Oost, yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua terkenal hasil peternakannya, terutama susu segar untuk konsumsi orang-orang Belanda di Batavia.