Hardi (1)

Seorang politisi dari PNI. Dilahirkan di Yogyakarta tahun 1918 dan tutup usia 23 April 1998 di Jakarta, dalam usia 80 tahun. Mengenyam pendidikan di RHS (Sekalah Tinggi Hukum), kemudian meneruskan ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1950). Karirnya diawali sebagai pegawai negeri. Zaman Jepang dia bekerja di Kantor Statistik (1943-1945), zaman revolusi di Departemen Ekonomi (1945-1946), zaman pasca penyerahan kedaulatan di Kementerian Dalam Negeri (1950-1953). Pada masa agresi militer ke-2, bersama Selo Soemardjan, ia diberi tugas sebagai utusan Sri Sultan HB IX ke seluruh wilayah Yogyakarta menegalan pemerintah RI tanpa digaji.

Hardi pindah ke Jakarta setelah penyerahan kedaulatan dan menjadi anggata PNI sejak tahun 1946. Menjadi anggata legislatif DPRD DKI Jakarta (1953-1955) dan anggota parlemen RI (1955-1957) mewakili PNI. Tahun 1957, bersama Idham Chalid (dari NU), Johannes Leimena (Parkindo) menjadi Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Karya di bawah Pm. Jr. Djuanda (1957-1959). Setelah nonaktif dalam politik praktis, menjadi anggota DPA (1968-1976) dan menjadi duta besar RI di Hanoi (1976-1979). Peranannya sangat menonjol ketika dalam PNI terjadi perpecahan dan berhasil mendamaikannya pada tahun 1966. Menerima penghargaan Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (1961) dan Bintang Maha Putra Utama (1973).