HARAPAN, PULAU

 

Pulau Harapan
Lokasi Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
Luas Daratan 6,7 Ha
Letak Geografis 050 39’10” LS dan 1060 34’ 41” BT
Aktivitas pengelola sumberdaya kelautan dan perikanan Perikanan tangkap, Perikanan Budidaya, Konservasi Terumbu Karang dan Restorasi Mangrove

 

Pulau Harapan berada di wilayah kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau ini berjarak sekitar 60 km di utara daratan Jakarta. Sumberdaya hayati pesisir yang dimiliki Pulau Harapan adalah terumbu karang, namun dari hasil kajian lapangan potensi terumbu karang ini tergolong kurang baik; diduga akibat aktivitas pengelolaan perikanan yang tidak ramah lingkungan di masa lalu. Tipe substrat tempat tumbuhnya lamun dan mangrove berupa pasir yang ditumbuhi oleh alga pada beberapa lokasi. Mangrove yang berada di pulau ini hampir semuanya sengaja ditanam dan hanya ada beberapa pohon saja yang merupakan mangrove alami. Mangrove yang ditemukan adalah dari Genus Rhizophora, adapun dari Genus Sonneratia hanya ditemukan 1 pohon namun sudah tumbang. Jenis lamun yang banyak ditemukan di perairan Pulau Harapan adalah Cymodocea rotundata. Dari data Direktori Pulau milik website Kementerian Kelautan dan Perikanan diketahui bahwa pengambilan data lamun dilakukan jauh dari garis pantai karena di tepi pantai tidak ditemukan adanya lamun.

Pulau Harapan merupakan pusat pemerintahan Kelurahan Pulau Harapan yang membawahi 30 gugusan pulau. Pulau Harapan terdiri dari 3 RW. Pulau ini merupakan pulau berpenduduk yang pemukimannya cukup padat di Kepulauan Seribu. Penduduk pulau ini sebagaian besar merupakan pendatang dan bukan asli berasal dari pulau ini. Mereka kebanyakan berasal dari suku Bugis, Mandar, Banten dan Jawa yang datang dari Pulau Kelapa maupun pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu lainnya. Penduduk Pulau Harapan mayoritas beragama Islam dan mereka mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan tangkap dan budidaya. Banyak diantara warga Pulau Harapan, selain menjadi nelayan kini juga mempunyai usaha dibidang pariwisata. Mulai dari jasa snorkeling, penyewaan rumah penginapan dan penyewaan kapal untuk wisata. Organisasi penduduk setempat yang terdapat di Pulau Harapan diantaranya adalah Karang Taruna, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan PKK.

Pulau Harapan memiliki sejarah nama ‘Pulau Pelemparan’ karena pada awalnya merupakan pulau yang dijadikan daerah tujuan transmigrasi dan relokasi. Status kawasan Pulau Harapan masuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS). Status tanah di pulau ini dimiliki oleh Pemerintah Daerah dan tanah adat. Pulau ini juga ditunjang oleh adanya akses transportasi darat antar pulau, yaitu antara Pulau Harapan dengan Pulau Kelapa yang dihubungkan oleh jalan beton dan paving block yang dilakukan dengan cara reklamasi.

Pulau Harapan juga memiliki sarana yang mendukung kepemerintahan disana berupa bangunan fisik kantor kelurahan dan rumah dinas. Satu unit Puskesmas yang mendukung pelayanan kesehatan untuk warga, sebuah rumah ibadah Masjid, dermaga dan terdapat Taman Pemakaman Umum. Untuk kebutuhan air bersih warga mendapatkannya dari sumur air payau yang dari dukungan prasarana penyulingan air tersebut menjadi air tawar dengan menggunakan Reverse Osmosis (RO). Air juga diperoleh dari hasil tampungan air hujan di tower-tower air pada masing-masing rumah warga. Pulau ini juga didukung oleh fasilitas jalan yang dibuat menggunakan paving block dengan lebar kurang lebih 1 meter yang mengelilingi pulau. Jalan keliling pulau ini dapat ditempuh sekitar 10-20 menit. Pulau ini juga memiliki dermaga untuk kapal berlabuh di sisi timur pulau. Pulau ini telah dialiri listrik selama 24 jam menggunakan kabel yang ditanam dibawah laut sejak tahun 2011. Setelah listrik mengalir 24 jam inilah banyak wisatawan yang memilih Pulau Harapan menjadi tempat berwisata.

Di bulan Mei 2013, berdasarkan data kelurahan Pulau Harapan ada sekitar 2.212 orang datang berkunjung untuk berwisata ke Pulau Harapan. Sedangkan pada bulan Mei 2014, tingkat kunjungan mencapai 4.808 wisatawan dan bulan Oktober 2014 mencapai 5.346 wisatawan. Saat ini banyak tumbuh penginapan bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Pulau Harapan dan pulau sekelilingnya seperti Pulau Kayu Angin, Pulau Genteng, Pulau Macan, Pulau Perak, Pulau Bulat, Pulau Bira dan Pulau Putri. Biasanya wisatawan melakukan wisata snorkeling, telusur pulau, berenang dan kegiatan lainnya di laut Jakarta ini.

Untuk mencapai pulau ini wisatawan dapat menggunakan Kapal Motor Kayu berkapasitas besar yang biasa disebut warga setempat dengan Ojek Kapal dari pelabuhan Muara Angke - Kaliadem dengan tarif Rp 50.000/orang di tahun 2015 dengan waktu tempuh mencapai 3,5 jam. Pulau ini juga dapat dicapai dengan menggunakan Kapal Cepat/Speed boat dari dermaga Pantai Marina Ancol dengan tarif Rp 270.000/orang dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam.