HAMID ARIF, A.

Lahir di Jakarta, tanggal 15 Nopember 1924, meninggal pada tahun 1992. Pendidikan SD (HIS) diselesaikan 1938, sempat duduk di kelas II SLP (MULO) 1940, keduanya di Jakarta. Pertama kali main film dalam Anggrek
Bulan (1948). Kemudian menyusul Aneka Warna dan Tjitra (1949). Ia dianggap sebagai golden boy (anak emas) di perusahaan Golden Arrow tahun 1950-an karena perannya sebagai orang Belanda dalam serial Si Pitung, tahun 1970-an. Pada 1980-an lebih banyak tampil di TVRI, di antaranya dalam seri "Rumah Masa Depan". Ia sudah memulai karirnya sebagai penyanyi di Orkes Lief Souvenier di Jakarta pada tahun 1940-an. Di orkes inilah, pertama kali ia mengenal Mak Uwok yang juga tergabung sebagai penyanyi, dan persahabatan tetap berlangsung hingga di hari tua mereka. Di tahun 1939 ia mulai menyanyi di Radio NIROM hingga ke RRI dengan nama samaran Kelana Jaya. Di tahun lima puluhan, bersama Bing Slamet, Toto Mugiarto, Benno Tatuhay dan lain-lain, ia pernah menjadi finalis Pemilihan Bintang Radio Jakarta.

Karirnya di panggung sandiwara dimulai tahun 1942 dan tergabung dalam sandiwara Terang Bulan pimpinan The Teng Chun. Setahun kemudian ia pindah ke Bintang Surabaya pimpinan Fred Young dan selama tiga tahun pemah pula tergabung dalam Pentja Warna pimpinan Djamaluddin Malik (1945-1948). Setelah itu ia mulai terjun ke film. Hingga tahun 80-an, ia sudah membintangi sekitar dua ratus film, antara lain Macan Kemayoran (Wim Umboh), Si Pitung (Nawi Ismail), Gundala PutraPetir (Liliek sdjio), Sentuhan Kasih (Willy Wilianto), Manusia Enam Juta Dollar (Ali Shahab), Benyamin Mencari Cinta (Samsul Fuad), Desa di Kaki Bukit (Asrul Sani) dan lain-lain. Tahun 1971 ia membentuk dan memimpin group sandiwara Komedia Jakarta, yang personalnya terdiri antara lain Wolly Sutinah, Aminah Banowati, Syamsu, Ramelan almarhum, Alex A.S., Tetty S., D. Gunari dan Asep Suparman. Selain sebagai nama sebuah group sandiwara, Komedia Jakarta juga dijadikannya nama perusahaan film, yakni, PT Komedia Jakarta Film, dan memproduksi tiga film, masing-masing Diana, Kembalilah Mama dan Dewi Malam.