HAMID ALGADRIE

Seorang perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Ia pernah menjadi anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) hasil Pemilu tahun 1955, mewakili Partai Sosialis Indonesia (PSI). Di DPR ia juga menjabat Sekretaris Fraksi PSI. Semasa muda ia bergabung dengan Jong Islamieten Bond, selain juga menjadi anggota Partai Arab-Indonesia (PAl). Dia pulalah yang menjadi Wakil PAl dalam Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Ketika masih belajar sebagai mahasiswa RHS (Sekolah Tinggi Hukum), ia menjabat Wakil Ketua Baperpi (Badan Persatuan Pelajar Indonesia), suatu organisasi mahasiswa yang merupakan gabungan dari PPPI dan USI. Gelar Meester in de Rechten (Mr.) diraihnya di Rechts Hoge School Jakarta, tahun 1951. Ia memang sangat aktif dalam berbagai organisasi politik. Tercatat ia pernah menjadi anggota Badan Pekerja KNI Pusat/Pegawai Tinggi di Sekretaris Perdana Menteri (1947), Sekretaris Kementerian Penerangan/Penasihat Delegasi RI dalam perundingan Linggar jati dan Renville, juga Penasihat Delegasi RI di KMB (1949), dan anggota Konstituante/Ketua dan Wakil Ketua Seksi Luar Negeri DPR (1950).

Ia juga pernah menjabat Sekjen Panitia Pembantu PeIjuangan Kemerdekaan Tunisia dan Aljazair. Berkat jasa-jasanya, pemerintah Tunisia kemudian menganugerahinya tanda penghargaan berupa bintang Nishan Iftigar. Kegiatannya yang lain antara lain: aktif dalam berbagai organisasi, sebagai anggota DPR menggantikan anggota terpilih Syahrir dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat. Karya tulisnya yang pernah dibukukan berjudul Snouck Hurgronje, Politik Belanda terhadap Islam dan Keturunan Arab (1984). Buku ini memuat autobiografi penulisnya, biografi politik Snouck Hurgronje, politik Islam Hindia Belanda, dan kedudukan serta peranan keturunan Arab di Indonesia dari masa ke masa.