Hadiprana, Galeri

Pada tahun-tahun awal disebut Galeri Prasta Pandawa, dan didirikan tahun 1962 oleh insinyur arsitek Hendra Hadiprana alias Hoo Tjoe Heng. Salah satu galeri tertua di Jakarta, yang hingga hari ini berjalan melangkahi beberapa era: zaman politik sebagai panglima (1962-1965). Zaman stabilisasi politik dan ekonomi (1966-1975), zaman boom seni lukis (1987-1997), dan zaman reformasi sejak 1998). Gagasan mendirikan galeri kala "politik jadi panglima", 1962, bisa dibilang sungguh muskil. Pada saat itu udara kesenian Indonesia selain ditandai situasi ekonomi yang buruk, juga oleh bentrokan politik kesenian antara kubu "seni revolusioner" dan "seni bebas ala Manifesto Kebudayaan".

Galeri ini bermanfaat tidak cuma mendukung kehidupan finansial para pelukis pada masa-masa sulit. Namun juga memberikan kesempatan kepada para seniman untuk tumbuh, bahkan ia memberikan peluang untuk sosialisasi. Galeri "angkatan 1960-an" ini pun menjadi sahabat para seniman yang bergabung dalam berbagai kelompok. Ia memang dekat dengan orang-orang Manifesto Kebudayaan sampai para perupa Sanggar bambu. Tapi sekaligus erat dengan pelukis di Bumi Tarung atau Pelukis Rakyat. Hingga galeri pun serta merta menjadi netral. Dengan netralitas itu galeri melompati zaman, bahkan sampai ujung abad ke-20 dan awal abad ke-21.