HKBP KERNOLONG, GEREJA

Gereja pertama khusus jemaat Huria Kristen Batak Protestan, yang terletak di Jl. Kwitang, Jakarta Pusat. Sejarahnya diawali sejak awal abad ke-20, setelah Perang Batak selesai (1907), Simon Hasibuan, seorang lulusan seminar Pansurnapitu, berkelana ke Batavia dan sepuluh tahun sesudahnya, tiga puluh pemuda Batak yang beragama Kristen berkumpul dan bersama-sama mengikuti ibadat di berbagai gereja. Mereka tertarik ke Gereja Kwitang, antara lain karena Pdt. L. Tiemersma mengundang mereka untuk mengikuti kebaktian dalam bahasa Melayu di gedung Hollandseh Indisehe School (HIS) di samping rumahnya di Gang Chasse No 5 (kini Jl. Kemakmuran). Setelah kelompok ini berpindah-pindah (Sawah Besar; lalu HIS di belakang Gereja Kwitang), akhirnya mereka membentuk suatu jemaat sendiri (1919).

Setelah memperoleh seorang pendeta (1922), diusahakan tanah dan dana untuk membangun gereja. Sumbangan pertama diberikan oleh Ny. Pdt. Gouw Khiam Kiet dari Gereja Patekoan. Akhirnya, dana sudah mencukupi dan istri Walikota Batavia meletakkan batu pertama (1931). Pembangunan gereja sederhana cepat selesai dan dibuka pada tahun 1932 dan sampai Perang Dunia II menjadi pusat Distrik IX HKBP. Setelah tahun 1950 begitu banyak orang Batak pindah ke Ibukota, sehingga Gereja Kernolong kurang luas, walaupun sudah di-pugar. Maka, sejak tahun 1955 digunakan tempat-tempat lain juga. Pada tahun 1960-an sudah terdapat enam belas jemaat HKBP di Jakarta. Pada tahun 2002, gereja ini dipugar secara menyeluruh.