Frederick Ribalt

Seorang tokoh kaum mixtiezen, yang mempunyai lima buah penggilingan tebu dan mewarisi sebidang tanah di Angke dari ayahnya, Francois Ribalt yang meninggal tahun 1695. Francois berasal dari Pegunungan Alpen di Swiss yang telah tinggal di Jakarta sejak tahun 1665. Frederick Ribalt juga seorang ahli bedah utama di Batavia, berhasil menjadi pengusaha melakukan perdagangan dengan luar negeri, termasuk Cina. Jalan tempat ia tinggal, oleh orang Glodok masih disebut Gang Ribalt. Sedangkan Frederick Ribalt meninggal tahun 1735, dan kemudian dikuburkan di halaman gereja Sion, tempat pemakaman Gubernur Jenderal Zwaardecroon dan sejumlah pembesar dan soldadu kompeni. Batu nisannya terdapat di Taman Prasasti di Tanah Abang.