Frans Magnis Suseno

Rohaniwan sekaligus budayawan kelahiran Eckersdorf, Jerman (sekarang Polandia Barat), 26 Mei 1936, beragama Katholik. Franz putera pertama dari 6 anak Dr. Ferdinand Graf von Magnis, bangsawan pemilik hutan di Polandia sebelum perang. Ia datang ke Indonesia (1961) sebagai rohaniawan Katholik orde Jesuit. Langsung dikirim ke Desa Girisanto, Semarang, untuk belajar bahasa Jawa selama satu setengah tahun. Setelah itu Franz mengajar agama di SMA Kanisius Jakarta (1962-1964), Dosen tetap dan Sekretaris Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (sejak 1969), dosen tidak tetap Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1976), dosen tidak tetap Fakultas Psikologi UI (1978) dan terakhir sebagai Dosen dan sekretaris Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Di dinding ruang kerjanya terpajang dua perwatakan wayang kulit: Bima dan Antareja. Ia fasih berbahasa Jawa, kromo inggil pula. Dan mampu mengupas soal wayang, seperti ditunjukkannya dalam buku kecilnya Kita dan Wayang. Di matanya, moral wayang adalah moral yang kongkret, sekali-pun bersifat kompleks. Wayang membuka kemungkinan tindakan manusiawi, walaupun tidak menawarkan jawaban yang simpel.

Ia mengaku sifat aslinya lugas, dan ingin kemauannya dilaksanakan dengan segera. Namun, sejak berada di lingkungan kebudayaan Jawa, sifat aslinya itu mulai menyesuaikan diri. Karya tulisnya tentang etika, etika sosial, filsafat politik, etika Jawa, dan teologi ditulisnya dalam bahasa Indonesia dan Jerman. Diantaranya: Etika Umum, Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral, (Yayasan Kanisius, Yogya, 1975) dan Iavanische Weisheit und Ethik. Studien zu Einer Ostlichen Moral (1981, Oldenbourg), Etika Jawa. Sebuah Analisa Falsaft tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa (1984, Gramedia), Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral (1987, Kanisius), Etika Politik. Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (1987, Gramedia), Berfilsafat dari Konteks (l99l, Gramedia), Wayang dan Panggilan Manusia (1991, Gramedia), Filsafat Sebagai Ilmu Kritis (1992, Kanisius), Filsafat-Kebudayaan-Politik (1992, Gramedia), Mencari Sosok Demokrasi. Sebuah Telaah Filosofis (1995, Gramedia Pustaka Dtama), 13 Tokoh Etika Zaman Yunani Abad ke-19 (1997, Kanisius), Mencari Makna Kebangsaan (1998, Kanisius).