Fatmawati

Istri ketiga Soekarno, lahir di Bengkulu, 1923. Nama Fatmawati berarti "Bunga Teratai". Ayahnya bernama Hassan Din dan ibunya Siti Khotidjah. Sewaktu masih berusia empat tahun, ia pernah diramal akan mendapat jodoh orang berkedudukan tertinggi di Indonesia. Kedua orang tuanya tidak percaya, sebab pangkat tertinggi yang dapat diraih orang pribumi pada masa penjajahan hanyalah wedana. Ia menikah dengan Presiden RI pertama tahun 1943, setelah Sukarno terlebih dulu menceraikan Inggit Ganarsih.

Tahun 1936 pemerintah Belanda membuang Sukarno ke Ende, lalu tahun 1938 dipindahkan ke Bengkulu. Di sana ia aktif dalam organisasi Muhammadiyah, khususnya di bidang pengajaran. Pada waktu itu, sesuai dengan kemauan ayahnya, ia tinggal di kediaman Soekarno. Di sana ia bersama Ratna Djuami, kemenakan Ibu Inggit dan anak angkat keluarga Soekarno, bersama-sama menuntut ilmu di sekolah Katolik. Tanpa terduga, Soekarno meminangnya. Alasannya, terutama, karena belum mendapatkan keturunan dari 18 tahun perkawinannya dengan Inggit. Fatmawati bersedia menerima pinangan itu asal Soekarno bercerai baik-baik terlebih dahulu, karena ia tidak menyetujui poligami. Setelah dirundingkan dengan rekan-rekan seperjuangan seperti Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur, akhirnya pada tahun 1943 Fatmawati dan Soekarno menikah. Usia Soekarno ketika itu 41 tahun dan Fatmawati 19 tahun.

Menjelang proklamasi kemerdekaan, ketika Soekarno dan Bung Hatta diculik para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, Fatmawati dan Guntur, yang saat itu masih bayi, menyertainya. Setelah Indonesia merdeka, Soekarno menjadi presiden, dan ia menjadi Ibu Negara. Ketika Belanda melancarkan agresi kedua dan menahan para pejabat tinggi republik, Ia diharuskan meninggalkan gedung Agung kediaman keluarga presiden di Yogyakarta. Saat itu ia sudah memiliki dua orang anak, Guntur dan Megawati.

Setelah pengakuan kedaulatan, keluarga Presiden Soekarno pindah ke Jakarta dan menempati Istana Merdeka. Di sana berturut-turut lahir Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Fatmawati meninggalkan Istana, pindah ke rumah pribadinya di Kebayoran Baru, ketika Soekarno menikahi Hartini. Ia meninggal dunia ketika perjalanan pulang dari Mekah setelah menjalankan ibadah umrah tanggal 14 Mei 1980. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.