Fadjar Sidik

Senirupawan pelopor gaya melukis abstrak. Lahir di kampung Paneleh, Surabaya, 8 Februari 1930 dan meninggal di Yogyakarta, 18 Januari 2004. Mengikuti pendidikan di HIS di Yogyakarta, sedangkan SMP dan SMA-nya di Surabaya. Tahun 1952, kembali ke Yogyakarta mengikuti kuliah di UGM dan juga ASRI. Antara 1957-1961 berada di Bali untuk menjadi pelukis profesional. Sejak akhir 1961 kembali ke Yogyakarta dan mengajar di ASRI. Sejak 1966 menjadi dosen tetap di ASRI dan kemudian STSRI ASRI dan kini FSRDISI. Tahun 1967-1983 menjadi Ketua Jurusan Seni Lukis di alamaternya tersebut. Berkesempatan pula selama hampir satu setengah tahun (1968-1970) belajar di Selandia Baru tentang Art Restoration Technique and Consevation.

Pilihannya terhadap lukisan abstrak, banyak dipengaruhi oleh masa perantauannya di Bali, dianggapnya hanya melukis "benda industri", yang meskipun indah tak semestinya ditangkap sebagai obyek representasi. Ia menganggapnya telah menipu dirinya sendiri, sehingga menciptakan obyek-obyek sendiri untuk keperluan ekspresi. Dan muncullah kemudian genre Dinamika Keruangan, seri lukisan khas fadjar Sidik yang di dalamnya memuat tema citraan bermacam-macam. Lukisan abstrak ini "hanya" menggambarkan bulatan-bulatan atau persegi tiada beraturan, atau sedikit bentuk yang mencitrakan hewan atau alamo Bentuk-bentuk ini dikomposisikan, yang dengan keahliannya menghadirkan dinamika, kehidupan dan biomorfik. Menurut kritikus Kusnadi, Fadjar Sidik sukses menggambarkan jiwa abad ini, abad mesin, lewat bentuk-bentuk yang intim.