EROPA, SEKOLAH DASAR

Pada waktu kekuasaan Inggris berakhir pada tahun 1816 dan Indonesia kembali kepada kekuasaan Belanda, tidak ada satu pun sekolah negeri. Sekolah pertama yang dibuka untuk anak-anak orang Eropa (Belanda) ialah
sekolah di Batavia, yang dibuka pada tanggal 24 Pebruari 1817. Pada tahun 1820 jenis sekolah ini diperluas menjadi tujuh buah, yaitu dua di Batavia (Weltevreden danmMolenvliet), Cirebon, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Gresik. Pada tahun 1833 jumlah sekolah terus diperluas menjadi 159, dan tahun 1902  ke-19, sebagian besar anak penduduk golongan Eropa dapat menikmati pendidikan dasar. Meskipun jumlah sekolah dapat memenuhi harapan, tetapi sampai pertengahan abad ke-19, Sekolah Rendah Eropa atau Europeesche Lagere School (ELS) untuk anak-anak Eropa dianggap belum memiliki mutu yang diharapkan pada saat itu.

Selain sekolah negeri terdapat pula dua Sekolah Rendah Eropa swasta yang terdapat di Batavia, khusus untuk murid pria dan wanita. Dibandingkan dengan sekolah negeri, kedua sekolah swasta tersebut lebih bermutu. Di samping itu, terdapat ,sekolah khusus bagi anak-anak militer, yang didirikan pada tahun 1828 dan sedikit banyak terikat dengan kehidupan garnisun (kompleks militer). Guru-gurunya adalah anggota militer dan letak sekolah tadi di kompleks zeni. Selain bahasa Belanda, di sekolah ini diberikan pula pelajaran bahasa Melayu.