Embie C. Noor

Musikus pembuat ilustrasi film, nama aslinya Ramli C. Noer, lahir di Cirebon, 17 Juli 1955. Menempuh pendidikan Jurusan Sinematografi LPKJ-IKJ, tapi tidak selesai. Ketika di SMP di Solo mulai belajar musik, kemudian sastra dan teater. Membuat ilustrasi musik buat teater yang disutradarai oleh N. Riantiamo, Arifin C. Noor, dan lain-lain. Kemudian membuat ilustrasi musik buat televisi dan akhirnya film terutama yang disutradarai oleh kakaknya, Arifin C. Noor. Dengan ilustrasi yang dia buat untuk Yuyun Pasien Rumah sakit Jiwa, ia masuk nominasi Citra dalam FFI 1980. Namun, piala itu baru diperolehnya melalui Serangan Fajar (Arifin) dalam FFI 1982. Setelah itu ia berkali-kali masuk nominasi untuk memperoleh piala Citra lagi, yaitu untuk ilustrasi musik dalam Pengkhianatan G-30-SPKI (FFI 1984), Lembah Membara (FFI 1984), Carok (FFI 1985), Si Badung (FFI 1989), Taksi (FFI 1990) dan Saur Sepuh III (FFI 1990).

Dalam sinetron ia berkali-kali masuk nominasi antara lain Tasi ...Oh Tasi (karya Arifin C. Noor) dalam Festival Sinetron Indonesia(FSI 1992), Kado Istimewa (FSI 1998). Film-film lain yang dia buatkan ilustrasi musiknya, antaranya Bunga-Bunga SMA (1990), Jakarta 66 (1982), Dia Sang Penakluk (1984), Matahari Matahari (1985), Biarkan Bulan Itu (1986), Cintaku di Rumah Susun (1987), Saur Sepuh II (1988), Adikku Kekasihku (128.9), Rebo dan Roby (1990), Bibir Mer (1991), dan Langit Kembali Biru (1991). Dan sinetron Sebuah Pintu Sebuah Kalbu (1992), Jendela Rumah Kita (1994), Nurlela (1994-1995), Vonis Kepagian (1996), Bukan Perempuan Biasa (1997) dan lain-lain. Musik ciptaannya bemuansa tradisi yang khas Cirebon. Hal itu tampak pada pementasan musik ciptaannya di TIM berjudul Tekno Tarling (1997).