Durian

Bernama ilmiah Durio zibethinus Murr. Pohonnya tinggi, antara 20-40 m. Kulit batangnya kasar dengan celah-celah sepanjang batang dan berwama kelabu. Bunganya tersusun dalam malai yang berwama kuning emas. Buahnya berbentuk bundar lonjong atau bundar telur dengan kulit buah yang berduri. Bentuk duri ada yang runcing panjang, runcing pendek atau tumpul pendek. Daging buahnya menutupi seluruh biji, berwarna putih, kuning tua, atau putih kekuning-kuningan. Rasa daging buahnya manis atau manis agak pahit, bahkan kadang-kadang tidak ada rasanya.

Durian berasal dari Malaysia, lalu tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, Ceylon, India, Burma, Vietnam, Malaysia sampai ke Filipina. Tumbuh subur pada tanah yang gembur, subur dan iklimnya lembab pada ketinggian 0-800 m dpl. Di Indonesia durian umumnya diperbanyak dengan menanam bijinya. Perbanyakan secara ini akan menghasilkan buah yang rasanya berlainan dengan induknya. Perbanyakan dapat pula dilakukan secara menempelkan tunas pada batang yang sejenis. Tanaman yang dipelihara dengan baik dapat berbuah setelah berumur 7-8 tahun. Musim berbunga dari bulan Juni sampai September, buahnya masak pada bulan Oktober sampai bulan Pebruari.

Daging buah dapat dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas kulitnya.Daging buah yang disimpan dalam larutan garam dan dibubuhi bumbu setelah diragikan, digunakan sebagai lauk pauk dan disebut tempoyak. Daging buah juga sebagai salah satu bahan pembuat es krim. Buah yang hampir masak digunakan pula sebagai sayuran. Bijinya yang disebut pongge dapat dimakan setelah direbus atau dibuat keripik. Kayunya digunakan untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Di Jakarta cukup banyak toponim yang menggunakan istilah ini, antara lain Tanjung Duren dan Duren Sawit.