Dunia Fantasi

Salah satu tempat rekreasi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Menurut reneana, taman itu terdiri atas Dunia Fantasi 9,5 hektar, Dunia Petualangan 8,5 hektar, Dunia Dongeng 7 hektar, Dunia Harapan 6,5 hektar, dengan lapangan parkir 23 hektar. Tetapi yang sudah dibangun baru Dunia Fantasi. Pembangunan Dunia Fantasi ini diilhami oleh Disneyland, taman hiburan di Amerika Serikat dengan luas 64 hektar, yang terkenal di seluruh dunia. Dunia Fantasi dibagi atas beberapa "kawasan", yang menampilkan ciri-ciri khusus kawasan itu. Di sini pengunjung diajak untuk menikmati seni budaya dari berbagai bangsa, mulai dari kawasan Jakarta, Balada Kera (Afrika), Amerika, Istana Boneka, kawasan Indonesia (tempat permainan anak-anak), Eropa, Asia, Yunani, Yunior Bugati (mobil mini untuk mengitari taman-taman), dan kereta layang puntir halilintar.

Kawasan Jakarta menampilkan suasana Pasar Gambir tempo dulu. Fasilitas pertokoannya menampilkan suasana Pasar Senen, Pasar Ikan, dan Marunda tempo dulu. Di situ terdapat pula Balai Kota yang merupakan ruang pameran riwayat Kota Jakarta.

Kawasan Afrika menyajikan alam dan suasana kebudayaan Afrika. Pada Balada Burung, berbagai boneka burung bisa bercakap dan bemyanyi. Balada Kera menyuguhkan sandiwara dengan 23 tokoh boneka kera yang masing-masing bisa melakukan sampai 40 macam gerakan.

Kawasan Amerika menampilkan suasana Amerika tempo dulu, terdapat beberapa tempat hiburan antara lain Niagara-gara, kendaraan berbentuk balok yang berjalan sendiri melalui parit sejauh 200 meter, naik, dan kemudian meluncur turun dari ketinggian 13 meter. Rumah miring mempunyai lantai yang dapat bergoyang, membuat pengunjung seolah-olah akan jatuh; juga akan tampak bola yang seolah-olah menggelinding ke atas atau air yang mengucur secara tidak tegak lurus. Di kawasan ini juga terdapat rumah kaca Lorong Sesat; orang yang masuk akan sulit mencari jalan keluar, karena dindingnya terbuat dari kaea semua. Ada lagi arena tembak jitu dengan sinar laser, komedi putar pontang-panting dan lain-lain.

Istana Boneka banyak digemari anak-anak. Dalam bangunan seluas 3.000 meter persegi, pengunjung naik perahu melalui parit. Di sepanjang lorong parit ditampilkan 21 adegan yang menggambarkan seni budaya dan kehidupan berbagai bangsa. Acaranya dimulai dengan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia. Setelah itu ditampilkan adegan kebudayaan berbagai bangsa di seluruh dunia. Ratusan boneka yang dikendalikan dengan sistem elektronik bergerak-gerak mengikuti lagu yang dibawakan. Aransemen lagu itu disesuaikan dengan tiap-tiap daerah yang dilalui; bila melalui daerah "Jawa", akan terdengar aransemen bergaya Jawa; saat melalui "Maluku", lagu yang sama dibawakan dengan gaya lagu Maluku.

Kawasan Indonesia merupakan daerah permainan anak-anak di bawah 10 tahun, yakni berupa: Kereta layang Alap-alap, pesawat putar kunang-kunang, kapsul layang kupu-kupu, mobil senggol Toki-toki. Selain itu juga terdapat arena bermain anak-anak,seperti mandi bola, meluncur dengan kabel, panjat jaring, lorong luncur, dan masih banyak lagi permainan lain.

Kawasan Eropa diisi dengan arena makanan dan minuman dengan bangunan bergaya Eropa yang dilengkapi panggung
untuk pertunjukan musik. Di kawasan ini terdapat juga Pring-oleng, yakni arena permainan berbentuk piring raksasa yang digerakkan bagai ombak. Terdapat juga arena Beng-beng untuk adu ketangkasan.

Kawasan Asia menampilkan kincir raksasa Bianglala bercorak Thailand yang berputar dengan ketinggian 33 meter. Gajah beleduk, gajah terbang, berputar sambil naik turun. Ada juga mobil senggol Baku-toki; perahu ayun Kora-kora, sebuah ayunan besar berbentuk perahu. Terdapat juga permainan mobil dengan rancangan gaya India.

Kawasan Yunani menampilkan berbagai permainan seperti Kawasan 1001 Malam, Indonesia Fantasi, Kawasan Hikayat Eropa, kursi layang Ontang-anting, kereta layang puntir Halilintar, yakni kereta yang bejungkir balik dan melakukan gerakan spiral.