Dullah Suweileh

Seorang musisi jazz, lahir di Surabaya, 15 Oktober 1944. Sejak kecil Dullah Suweileh (kakak kandung Karim Suweileh) suka mendengarkan suara perkusi. Apalagi Awat Suweileh, kakak kandungnya, adalah pernain conga terbaik pada 1950-an yang memainkan berbagai gaya musik termasuk jazz dan musik Latin. Awat pula yang kemudian menjadi guru pertama Dullah dalam memainkan conga. Ketika Awat pindah ke Jakarta, Dullah menggantikan posisi Awat di Band Bhineka Ria dan pertama kali Dullah ikut bermain dalam sebuah kelompok band dengan para "jagoan" seperti Didi Pattirani, Lodi Item, jerry Swesei, Max Lipi, Hassan Umar, dan penyanyi Bob Tutupoli.

Dullah kemudian membentuk band Aneka Nada, tampil seminggu sekali di sebuah klub malam di surabaya. Aneka Nada
membawakan musik bergaya Boogie-woogie, atau irama latin dan musik pengiring dansa. Pada 1969 band Aneka Nada memperoleh kontrak untuk bermain di Hotel Intercontinental Bali Beach, Dullah mengganti conga dengan drums. Meskipun tidak khusus memainkan musik Jazz, namun ketika di Bali inilah Dullah sempat bertemu dengan musisi jazz kelas dunia, seperti Emil Richard, salah seorang musisi jazz dari kelompok George Shearing.

Lewat seorang teman, Dullah berkenalan dengan Jack Lesmana, musisi jazz temarna. Ternyata Jack sudah tahu permainan conga dan perkusi Dullah dari Karim Suweileh, yang sudah lebih dahulu bergabung dengan Jack. Untuk pertama kali Dullah tampil bersarna Jack Lesmana, Bubi Chen, dan Benny Mustapha dalam sebuah pertunjukkan jazz di TIM Jakarta. Bersama Jack Lesmana membuat rekaman album berjudul Jazz Sekarang & Tempoh Doeloe. Dullah juga sering memainkan conga dan perkusi untuk rekaman musik pop, dan ilustrasi film. Pada 1980 bergabung dengan Ireng maulana All Stars, bermain di hotel Hilton, Borobudur, dan berbagai klub jazz. Pernah pula bergabung dengan Abadi Soesman Big band.