Drama Betawi

Pemahaman drama Betawi harus dikaitkan dengan pengertian teater tradisional dan lebih bertitik tolak pada konsep tradisional atau pada ciri-ciri drama yang hidup di masyarakat Betawi. Berbeda dengan pengertian atau konsep drama modern. Dalam drama modern fungsi naskah drama merupakan suatu keharusan. Tidak ada drama kalau tidak ada naskah, sehingga masalah panggung, kostum, naskah dan berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan sebuah pementasan, benar-benar sangat diperhatikan.

Sementara dalam drama Betawi, naskah drama sebagai pegangan dan panduan para pemain dalam menjalankan perannya tidak diperlukan. Para pemain biasanya hanya diberi pengarahan umum dan diskripsi cerita yang akan dimainkan oleh pimpinan drama. Dengan demikian jumlah pemain, peranan yang melekat pada diri pemain dan dialog antar pemain sering kali ditentukan oleh kesepakatan bersama. Sehingga adanya
pemain baru, spontanitas, tindakan atau dialog pemain, bisa saja tiba-tiba muncul di panggung, tanpa sebelumnya direncanakan terlebih dahulu. Sebagai contoh, lenong.